Danau Toba Di Prioritaskan Menjadi Pariwisata Bertarap Kelas Internasional.

Dibaca : 288

BINEWS || Sumut, Kab. Toba – Danau Toba yang memiliki luas lebih kurang 1.145 kilometer persegi, dan kedalaman 450 meter. Danau Toba ini sebenarnya lebih mirip dengan lautan. Danau Toba adalah danau terbesar di Asia Tenggara dan salah satu danau terdalam di dunia .

 

Di lokasi objek wisata Danau Toba ini, para pengunjung maupun wisatawan dapat menikmati kegiatan berkayak atau naik sampan dengan memilih tiga jenis rute jelajah danau Tongging-Silalahi, Tongging-Samosir, atau Lingkaran Utara.

Di Indonesia ada 5 ( Lima ) Destinasi wisata super prioritas yang menjadi fokus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) adalah yakni( Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo)

 

Penetapan kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas adalah hal yang dinilai wajar mengingat keindahan alam Danau Toba yang terbentang di 7 kabupaten yakni Simalungun, Toba , Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Samosir merupakan potensi besar sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pada 2020 telah mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur untuk pengembangan KSPN Danau Toba sebesar Rp1,33 triliun.

 

 

Karena itu kawasan objek wisata Danau Toba terus dikembangkan,meliputi pelebaran alur Tano Ponggol dari 25 meter menjadi 80 meter, pembangunan Jembatan Tano Ponggol sepanjang 450 meter yang menghubungkan daratan Sumatera dan Pulau Samosir, dan penataan kawasan tepi danau. Pelebaran alur ini ditujukan untuk membuka akses kapal wisata yang lebih besar agar dapat mengelilingi kawasan Danau Toba.

 

Air Danau Toba jug terus di benahi Pemerintah Pusat agar tidak tercemari oleh Orang yang tidak bertanggung jawab yaitu menertipkan Kerambah Jaring Apung (KJA) yang ada di sekitaran Danau Toba secara bertahap,bila mata pencarian masyarakat dari keramba Jaring Apung (KJA) agar dapat di sosialisasikan dengan Humanis bisa beralih mencari nafkah untuk propesi yang lain.

Kepolisian Polres Toba bersama dinas Pertanian kabupaten Toba terus menghimbau kengidukasi masyarakat agar Menjaga lingkungan dan tidak mencemari air Danau Toba dan tidak menambahi Kerambah Jaring Apung (KJA) di sekitaran Danau Toba

 

Dari pendataan Dinas Pertanian kabupaten Toba ada 400 Keramba Jaring Apung di sekitaran Danau Toba ,sehingga air Danau Toba sangat tercemar dengan kegiatan tersebut.Sehingga Polres Toba dengan dinas Pertanian , Forkopimda dan TNI terus menghimbau masyarakat agar tidak membuat lagi Keramba Jaring Apung (KJA) di Sekitaran Danau Toba

Kapolres Toba Akbp Akala Fikta Jaya S,IK,SH,MH, memerintahkan langsung Kasat Binmas Akp S.Sinaga dan Kasat Reskrim Akp Nelson Sipahutar berkordinasi dengan Dinas pertanian dan Forkopimda untuk mengawasi dan memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak mencemari dan membuat Keramba Jaring Apung (KJA) di sekitar Danau Toba.tegas Kapolres(29/03/2021)

 

Kepala Bidang Bina Pemasaran pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Sumatera Utara Drs Muchlis M.Si mengatakan Danau Toba yang telah ditetapkan pemerintah sebagai kawasan super prioritas pembangunan pariwisata nasional dan juga telah ditetapkan UNESCO sebagai Toba Caldera UNESCO Global Geopark dan tentunya membutuhkan perhatian dari segala aspek ,Pemerintah pusat , Provinsi maupun Kabupaten dan Kota serta Masyarakat dalam penanganannya.

 

Infrastruktur saja tentunya tidak cukup, tapi peningkatan kualitas SDM pariwisata di daerah ini juga harus ditingkatkan.

 

Bisa dengan membangun sekolah kejuruan pariwisata di setiap kabupaten sebagai sumber tenaga kerja ke depan maupun melakukan pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku dan usaha pariwisata, ujarnya.

 

Peran pemerintah, swasta/investor, media, akademisi dan komunitas juga sangat berperan dalam memajukan pariwisata dan mempromosikannya agar tercipta citra/image positif bagi calon wisatawan.

(Daniel Manurung)