Bangga Karya Pribumi, Mbak Mitha Kenakan Baju Batik Salem Saat Halal Bihalal Bareng KNPI

Dibaca : 91

BINEWS, JATENG | BREBES – Anggota DPR RI, Paramitha Widyakusuma, menarik perhatian dalam acara Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Brebes, yang digelar di Pendopo Brebes, Kamis 9 Mei 2024.

Tokoh perempuan muda yang juga sebagai bakal calon bupati Brebes dari PDIP ini, tampil memukau dengan mengenakan pakaian bertema motif gajah purba, sebuah kejutan yang menyegarkan dalam suasana acara hadir dan menjadi salah satu narasumber.

Motif pakian yang dikenakan adalah dengan desain Sinomastodon Bumiajuensis (jenis gajah purba yang hidup jutaan tahun yang lalu-red) yang ditemukan di Kampung Purba, Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.

Motif yang dipilih oleh Mbak Mitha (panggilan akrab Paramitha Widyakusuma) menggambarkan gambaran tentang kekayaan budaya dan sejarah Indonesia. Khususnya di Kampung Purba, Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes dengan gajah purba yang diyakini hidup jutaan tahun yang lalu.

Pilihan ini bukan hanya sekedar estetika, tetapi juga memiliki makna mendalam tentang keberagaman alam dan warisan nenek moyang yang perlu dilestarikan.

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, Caridah, mewakili Pj. Bupati Brebes. Hadir juga narasumber lainnya, yang merupakan tokoh-tokoh pemuda Kabupaten Brebes. Di antaranya, Ersal Aburizal Bendahara DPD KNPI Jawa Tengah dan Ahmad Munsip, Ketua GP ansor Kabupaten Brebes.

Dalam acara tersebut, Mbak Mitha tidak hanya menjadi pusat perhatian karena penampilannya yang elegan, tetapi juga karena kontribusinya dalam diskusi publik yang berlangsung setelahnya.

Dia berbicara tentang pentingnya “Kepemimpinan Kunci Penting dalam Membangun dan Menata Suatu Daerah”.

Menurut Mbak Mitha, dalam setiap proses pembangunan dan penataan suatu daerah, kepemimpinan yang berani memiliki peran yang sangat penting dan menentukan.

Kepemimpinan yang berani dapat terwujud melalui berbagai langkah, seperti reformasi birokrasi, peningkatan kualitas layanan publik, pengembangan infrastruktur, dan kebijakan-kebijakan inovatif dalam berbagai bidang.

Selain itu, kepemimpinan yang berani juga harus mampu mengatasi tantangan dan resistensi yang mungkin timbul dalam proses perubahan.

Dengan adanya kepemimpinan yang berani, suatu daerah memiliki peluang yang lebih besar untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakatnya.

“Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memilih dan mendukung pemimpin yang memiliki keberanian dan komitmen untuk melakukan perubahan yang diperlukan demi kemajuan bersama,” terang Mbak Mitha.

Narasumber lainnya, Ersal Aburizal, menyampaikan bahwa pemuda adalah ras terkuat, sehingga pemuda harus berani menjadi pemimpin dan mampu melakukan belanja masalah.

“Dalam menghadapi momen politik ini, pemuda jangan hanya jadi penggembira semata, tetapi harus mengambil peranan yang lebih,” katanya.

Kemudian narasumber Ahmad Munsip mengatakan, bahwa oemuda di Kabupaten Brebes jumlahnya cukup dominan. Hal itu bisa dilihat pada hasil Pemilu kemarin, dimana angka pemuda mencapai 57%. Untuk itu, ia berharap seorang pemuda mampu memberikan kontribusi yang lebih tinggi untuk Kabupaten Brebes.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Brebes, Hendrik Maulana mengatakan, kegiatan yang dimoderatori oleh Redi Liana (pengurus DPD KNPI Kabupaten Brebes), bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota dan memfasilitasi diskusi tentang isu-isu penting yang sedang dihadapi oleh pemuda saat ini, khususnya di Kabupaten Brebes.

Diakhir acara, Mbak Mitha membagi kaos bermotif gajah purba kepada 200 peserta. Baju tersebut hasil dari desain yang sekaligus dibuat oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.(**)