BPI KPNPA-RI Ragukan Kwalitas Jalan Simpang Gambus Kedai Sianam

Dibaca : 218

BINEWS II Sumut, Kab Batu Bara – BPI KPNPA-RI (Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia) Kabupaten Batu Bara melalui ketuanya Sultan Aminuddin menduga pekerjaan peningkatan ruas jalan Simpang Gambus–Kedai Sianam (ruas jalan Nomor 034) dengan anggaran Rp. 11.452.713.718,47 pelaksanaannya dikebut hingga kualitasnya sangat diragukan.

Sultan Aminuddin menyatakan dugaan tersebut usai peninjauan ke lokasi pekerjaan menyampaikan kepada wartawan, Minggu, (27/12/2020).

 

Dikatakan Sultan Aminuddin, proyek yang anggarannya bersumber dari dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) melalui APBD-P Batu Bara meski baru dilapis hotmix telah retak-retak dan terkelupas di banyak titik sehingga ditambal sulam oleh rekanannya.

 

Pria yang akrab disapa Ucok Kodam tersebut menduga pemasangan hotmix yang dikerjakan PT MKS dilakukan pada saat hujan atau base sedang basah.

 

Selain itu Ucok Kodam menduga hotmix yang terlihat tipis pada pemasangannya mungkin dalam kondisi tingkat panasnya jauh dari standar.

 

“Meski tadi malam hujan namun tadi sudah ditambal oleh rekanan, tapi kan kualitasnya akan rendah karena base-nya basah dan banyak tambalannya”, ketus Ucok Kodam.

Kondisi jalan yang sudah retak-retak dan pecah di Jalan Simpang Gambus Kecamatan Lima Puluh menuju Kedai Sianam Kecamatan Lima Puluh Pesisir sedikitnya diposting di facebook oleh 3 netizen.

 

Postingan tersebut mendapat tanggapan dari ratusan netizen yang umumnya menyesalkan hasil kerja PT. MKS.

 

Beberapa netizen pada kolom komemtarnya bahkan menuliskan kata yang cukup menohok.

 

“Koordinasi yg baik antara dua pemain, hasilnya seperti itulah”, tulis RAL

 

Netizen lain juga menguatkan komentar RAL bahkan menduga ada persekongkolan didalamnya

 

“Kemungkinan Para pihak berafiliasi adanya persekongkolan yg meraup untung besar, atau pengawas dan konsultan TDK cermat mengamati pekerjaan sehingga terjadi demikian”, tulis MD pula.

 

Ada pula netizen yang menduga ada ‘pemaksaan’ untuk menyelesaikan pekerjaan pada tahun ini juga.

 

“Apakah ini proyek yg dipaksakan harus selesai dlm Tahun 2020…????”, tanya netizen inisial WM.

 

Sampai berita ini dimuat masih terus ditunggu bagaimana perkembangan masalah tersebut (Supriadi)