Akibat Hujan Deras Banyak Sawah Petani Pada Rusak  

Dibaca : 189

BINEWS || TANGGAMUS – Kabid tanaman dan pangan Rahmat Hidayat beserta Kordinator KUPT Karsono mengadakan tinjauan dan penyuluhan dipekon Banjar Negri Kecamatan Gunung Alip, melihat kondisi Curah Hujan yang sangat deras akibatkan tanaman pangan rentan akan patah leher, Sabtu 6/12/20.

 

Penyuluhan pertanian dikelompok tani Bina Marga yang diketuai oleh Ahmad Faisal mendapatkan bantuan obat-obatan untuk menghindari tanaman patah leher.

 

Menurut Rahmat Hidayat “Holtikultura ini adalah gerakan rutin yang dilakukan dari dinas pangan dan pertanian Tanggamus, tujuan dari gerakan ini adalah untuk memberi masukan kepada masyarakat tani tentang atau terkait dengan apa yang harus kita lakukan terhadap tanaman kita terkait dengan keamanan tanaman dari hama dan penyakit”jelasnya

 

Seperti saya sampaikan tadi kadang-kadang masyarakat kita ini nyemprot aja pakai obat sembarangan yang sebenarnya itu dilarang,kemudian terkait dosis penggunaan seperti yang saya sampaikan tadi di kecamatan ada saya temukan dia pakai obat 5 macam untuk 30 jenis tanaman yang sebenarnya itu ada dampak negatif atau efek samping yang nggak bagus.

 

Tujuan kita melakukan gerakan pengendalian hama penyakit adalah harapannya ke depan kalau memang ada apa-apa dengan pertanaman kita cepetan sudah langsung respon melakukan tindakan dengan ketentuan yang sudah kita sampaikan terkait dengan petugas POT yang hanya 1 orang di Kecamatan Gunung Alip ini harusnya kita manfaatkan sebaik-baiknya ilmu yang dia miliki itu sampai semua petani khusus ilmu yang berkaitan dengan hama penyakit kita bisa manfaatkan, mudah-mudahan kita bisa panen dengan sempurna

 

Kegiatan ini sudah kita lakukan di beberapa kecamatan-kecamatan yang ada di kabupaten Tanggamus beberapa daftarnya kita punya jadwalnya kita punya jadwal kita melakukan ini sudah dari 6 bulan lalu yang sesuai dengan penanaman nah kalau ini kan namanya untuk penyakit blas untuk kelas gerdal yang kita lakukan untuk antisipasi tikus,ada juga gerdal untuk antisipasi wareng seperti itu atau mungkin kalau terkait dengan budidaya tanaman padi

 

Semua ilmu bercocok tanam sudah mereka lakukan entah sudah dari tahun berapa mungkin dari bujang bapaka ini sudah melakukan cocok tanam padi,tinggal karena zaman ini semakin modern tentunya hama juga banyak yang modern artinya efek dari penggunaan racun setiap saat itu akan terjadi mutasi dari hama yang ada.

 

Dihimbau kepada masyarakat kalau dalam melaksanakan atau menangani hama dan penyakit tanaman janganlah menggunakan racun yang tidak direkomendasikan oleh dinas itu yang pertama kemudian dihimbau kepada bapak-bapak petani untuk lebih intensif melakukan pengamatan contoh hama wereng itu kasat mata sebenarnya kalau nggak dia mati kita nggak turun sawah nggak kelihatan gak tau besok habis,seperti itu. Yang ke tiga itu kita berdoa lah ya kadang yang terakhir ini banyak jadi cibiran orang tapi sebenernya itu jadi berkah.

 

Gimana dengan sawah yang gagal panen jadi begini kita sudah dari tahun 2018 kalau nggak salah ya dari itu ada program dari pemerintah pusat yang namanya asuransi aturan si usaha tani padi mekanismenya adalah sebelum petani itu melakukan tanam atau lebih dari 30 hari itu bisa diasuransikan dengan membayar premi sebesar kurang lebih Rp 36.000 sama seperti tentang asuransi mobil atau motor lah per musim tanam kalau terjadi apa-apa dengan tanamannya kita bisa klaim syarat klaim itu ada ketentuannya contohnya ya kalau misalnya 1 hektar kita nanam yang rusak cuman se per 8 nya gak bisa diklaim,tapi kalau kerusakannya di atas 75% jadi 3/4 hektar rusaknya baru kita klaim cara mengklaim nya kita lapor ke temen-temen penyuluh bawah ada hamani atau tanaman saya kekeringan,tanaman saya kebanjiran,tanaman saya kena hama nanti akan koordinasi dengan teman POT dan POT yang menentukan apakah sawah ini bener rusak sampai 75% atau tidak baru nanti diajukan. Kalau memenuhi syarat barulah dapat pergantian 6 juta/hektarnya. Itu tadi untuk diketahui bapak-bapak kita biasanya setiap tahun dibantu dengan provinsi dalam bentuk obat untuk pengamanan tanaman, kembali lagi ke temen kapan dibutuhkannya obat itu,kalau obat itu masih tidak dibutuhkan ya jangan ngambil dulu nanti kita nggak bisa ngasih petani yang lain.

 

Ada beberapa merek dagang yang nggak boleh disemprot di pertanaman padi karena efeknya seperti itu nggak boleh karena gini pak kita ini kalau untuk petugas POT terbatas jumlahnya kita hanya punya 5 untuk 20 Kecamatan dan tahun depan ada satu yang pensiun jadi tinggal 4 orang untuk 20 Kecamatan. Kalau kita menuntut 4 orang ini untuk keliling kasihan nggak seberapa ini operasionalnya.

 

Sekarang zaman canggih komunikasi bisa dilakukan kapanpun di mana pun bisa lewat handphone,sering-sering berkoordinasi sama beliau terkait dengan perkembangan tanaman khususnya ancaman-ancaman dari hama tanaman padi,palawija, jagung,kedelai atau sayuran silakan berkordinasi”tutupnya

 

Kordinator KUPT Karsono menambahkan “Kita kesini mendampingi Kabid pertanian tanaman pangan memberikan penyuluhan kepada para petani disini karena musim hujan di khawatirkan nanti kena penyakit jamur,atau lebih dikenal dengan penyakit patah leher,masih baru tanah sudah mati. Jadi disini kita bersama Kabid tanam dan pangan memberi penyuluhan dan bantuan obat-obatan agar petani kita paham dan dapat panen yang berlimpah pada musim panen nanti”tambah beliau

 

Penyuluhan diakhiri dengan pencontohan penyemprotan menggunakan obat patah leher ( D ben)