Pasar Tani Hadir di Car Free Day, Buruan Stok Terbatas

Dibaca : 1099

BINEWS II Kabupaten Bangka – Buruan stok terbatas, khusus warga masyarakat yang berada di Sungailiat sekitarnya. Pasar Tani selain hadir di Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, kini juga hadir di kegiatan acara Car Free Day yang dilaksanakan oleh Pemkab Bangka setiap hari minggu pagi.

Pasar Tani yang menyediakan hasil dari tanaman Holtikultura lokal yang banyak terdapat di beberapa daerah yang ada di Kabupaten Bangka. Seperti, Cabe Keriting, Terong, Kacang Panjang, Sawi, Lobak, dan berbagai Sayur Mayur hijau segar lainnya. Selain berolahraga, masyarakat yang ikut dalam kegiatan Car Free Day itu dapat ikut berbelanja kebutuhan rumah tangganya dalam hal keperluan sayuran, senin (4/12).

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Syarli Nopriansyah, S.STP, kepada Berita Indonesia News, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa selama ini khususnya Pasar Tani di gelar di hari Jum’at Pagi di Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka. Maka dari itu, dikarenakan untuk sekarang adanya program Pj Bupati Bangka terkait dengan Car Free Day ini, maka Pasar Tani hadir di minggu pagi.

“Dikarenakan sekarang adanya program Pj Bupati kite terkait dengan pelaksanaan Car Free Day ini, maka dari itu kita akan berusaha untuk menyukseskan program pak Pj Bupati ini, dengan menggelar pasar tani di minggu pagi bertepatan kegiatan tersebut. Bagi masyarakat yang sengaja mengikuti kegiatan itu, tidak perlu untuk khawatir lagi mencari keperluan dapurnya seperti bumbu dapur dan sayuran, karena sudah tersedia di pasar tani kite,” terang Syarli.
Menurutnya, sekitar 6 tenda disediakan untuk pelaksanaan kegiatan Pasar Tani tersebut, yang juga menyediakan berbagai kebutuhan seperti, bumbu dapur, cabai keriting, terong, sawi, kacang panjang, dan lobak, bayam serta sayuran segar lainnya.

Khusus untuk cabai keriting biasa di jual sekitar Rp 90.000/kilo. Sedangkan untuk sayuran dan lainnya harganya bervariatif.

“Untuk pasar tani ini biasanya rekan-rekan kita dari BPP yang bertugas, yang berasal dari 8 Kecamatan di Kabupaten Bangka. Adapun untuk sayuran dan bumbu dapur serta cabai keriting ini berasal dari lokal kita sendiri, khususnya dari para petani kita yang ada di Kabupaten Bangka,” kata Syarli.

Ditambahkannya, adapun lonjakan inflasi ini dikarenakan adanya kenaikan harga cabai khususnya cabai keriting itu terjadi di seluruh Indonesia. Hal ini diakibatkan setelah kemarau panjang kemarin, petani sedikit yang panen cabai ini. Karena para petani mengurangi jumlah tanam cabai ini berakibat pada cuaca panas kemarau itu. Serta di pengaruhi dengan jumlah stok air atau kadar air akibat kurangnya aktivitas penyiraman pada tanaman cabai. Dengan berakhirnya musim kemarau, maka para petani mulai banyak menanam cabai dan sayuran kembali.

“Yang jelas tingginya inflasi itu, akibat dari tingginya harga jual cabai di pasaran. Hal itu karena petani sedikit sekali yang panen cabai. Akibat faktor cuaca panas serta musim kemarau panjang kemarin. Maka dari itu, dengan mulai memasuki musim penghujan saat ini banyak para petani kita mulai tanam cabai dan sayuran. Berharap agar harga cabai dan sayuran kedepan akan mulai stabil kembali,” pungkasnya. (Amin)