Ikuti Kejurdasu, Pertina Tanpa Dukungan Dana KONI Batu Bara

Dibaca : 732

BINEWS SUMUT II KAB BATU BARA

Pengcab Pertina (Persatuan Tinju Amatir) Batu Bara mampu berprestasi meraih 5 medali di ajang Kejurda Sumatera Utara (Sumut) di Pematang Siantar meski tanpa dukungan dana dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Batu Bara.

Keberhasilan tersebut diungkapkan Ketua Pengcab Pertina Kabupaten Batu Bara Rahmad Suyanto kepada sejumlah wartawan, Kamis (23/11/2023). di Jalinsum Desa Sumber Padi, Kecamatan Lima Puluh, Batu Bara.

Rahmad tak menampik dirinya merasa kecewa dengan KONI Kabupaten Batu Bara yang terkesan ‘ogah’ mendukung olahraga di Kabupaten Batu Bara khususnya Cabor Tinju Amatir.

“Kami kecewa dengan KONI Batu Bara karena tidak mendanai keberangkatan tim kami saat hendak mengikuti Kejurda di Pematang Siantar pada 13 – 18 November 2023 kemarin,” ungkapnya.

Namun demikian meski tanpa dukungan KONI, Rahmad mengungkapkan bahwa dari 11 atlet yang diikutsertakan dalam Kejurda tersebut sebanyak 5 atlet berhasil menorehkan prestasi.

Kelima atlet tersebut masing-masing Reno Sagala (Kelas 48 kg Junior Putra) dan Satria Sianturi (Kelas 75 kg Youth Putra) berhasil gemilang mengalahkan lawannya di babak Final sehingga meraih 2 medali emas.

Kemudian 2 putra Batu Bara meski masuk babak Final namun harus puas sebagai runner up dengan meraih medali perak. Kedua atlit tersebut adalah Joanna Suci (Kelas 54 kg Youth Putri) dan Wilson Gultom (Kelas 71 kg Youth Putra).

Sedangkan atlit Samuel G (Kelas 52 kg Junior) hanya sampai babak semi final dan meraih medali perunggu.

“Jadi Pertina Batu Bara berhasil membawa pulang 5 medali dari Kejurda”, ujar Rahmad tanpa menyebut peringkat Kabupaten Batu Bara dalam Kejurda tersebut.

Menyinggung program Pertina kedepan dengan lugas Rahmad  menegaskan bahwa dirinya bersama dengan pengurus Pertina Batu Bara lainnya, akan terus berjuang memajukan para atlet tinju ke kejuaraan olahraga yang lebih tinggi lagi seperti PON dan kejuaraan lainnya.

Terkait dana, Rahmad mengakui selama kepemimpinannya, KONI belum pernah mengundang Pengcab Cabang Olahraga untuk konsolidasi maupun membicarakan anggaran pembinaan masing-masing Cabor.

Padahal, lanjut Rahmad, untuk melakukan pembinaan terhadap atlit tinju amatir dibutuhkan biaya untuk puding dan minum atlit pada latihan yang digelar dua kali dalam satu minggu.

“Itu belum termasuk transport pelatih. Sementara sasana yang kita gunakan masih menumpang di sasana milik SMA Mitra Inalum di Tanjung Gading. Terpaksalah kita pengurus merogoh kantung masing-masing demi eksisnya pembinaan atlit tinju amatir”, ucapnya lirih.

Terpisah dikonfirmasi lewat selulernya, Ketua KONI Kabupaten Batu Bara M Nur Ain menampik tidak mensupport keberangkatan Pertina ke Kejurda.

“KONI bukan tidak mendukung namun karena kondisi kas sudah kosong maka kepada Ketua Pertina kita minta mencari dana talangan terlebih dahulu. Kelak setelah dana hibah ke KONI turun akan kita kucurkan bantuan sebesar Rp. 5 juta kepada Pertina”, ucap Nur Ain dari ujung telepon wartawan. (Supriadi)