News  

Berdasarkan Publikasi e-PPBGM Batu Bara, Balita Stunting Menurun di Angka 8,10%

Dibaca : 3387

BINEWS SUMUT II KAB BATU BARA

Bedasarkan publikasi e-PPBGM Kabupaten Batu Bara, Balita Stunting Menurun di Angka 8,10%

Publikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) dari Dinas Kesehatan P2KB, Stunting di Kabupaten Batu Bara terjadi penurunan hingga di angka 8,10 % atau sebanyak 2.379 balita Stunting.

Hal ini diketahui berdasarkan Publikasi e-PPBGM Batu Bara, hasil pengukuran balita (0-59 Bulan) per Agustus tahun 2023. Publikasi e-PPBGM ini digelar di Aula Pertemuan Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Batu Bara, Jum’at (03/11/2023).

Kadis Kesehatan P2KB dr. Deni didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Abdul Fuad Helmy, SKM, M.Kes menjelaskan, bahwa Angka Stunting di Kabupaten Batu Bara tiga tahun belakangan ini terus mengalami penurunan.

“Pada Agustus 2022 jumlah balita stunting diangka 16,97% atau sebanyak 4.465 balita stunting, kemudian di Februari 2023 4.072 (15,71%), dan Agustus 2023 ini 2.379 (8,10%),” ungkap Kadis Kesehatan P2KB dr. Deni melalui Kabid Kesmas Abdul Fuad Helmi saat dikonfirmasi via WhatsApp nya, Rabu (15/10).

Selain itu, dr. Deni menjelaskan, bahwa surveilans gizi berfungsi untuk memberikan informasi keadaan gizi masyarakat dan faktor yang mempengaruhinya secara cepat, akurat, dan berkelanjutan sehingga dapat digunakan untuk menetapkan kebijakan gizi maupun penanggulangan masalah gizi.

Surveilans dapat dilakukan melalui aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM). Dengan adanya sistem surveilans yang kuat, anak yang kurang gizi maupun stunting dapat memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkannya dengan cepat.

“Termasuk jika membutuhkan perawatan lebih lanjut dengan dirujuk ke rumah sakit di tingkat Kabupaten/Kota,” ujarnya.

Di Kabupaten Batu Bara sendiri, Ketenagaan Gizi TPG sebanyak 15 orang yang terdiri dari lulusan D1 1 orang, D3 13 orang, S1 hanya 1 orang, dan tenaga Bidan Desa sebanyak 151 orang.

Kemudian alat ukur tahun 2021 150 set, tahun 2022 126 set, tahun 2023 253 set, dan tenaga kader terlatih pengukuran sebanyak 529 orang.

Persentase pengukuran balita (0-59 Bulan) per Kecamatan wilayah Kabupaten Batu Bara hingga di Bulan Agustus tahun 2023 dari jumlah balita 30.278 orang, sedangkan jumlah balita yang diukur 29.373 orang.

Sedangkan prevalensi balita Stunting nya, dari yang diukur 29.373 orang (97,0%) didapati hasil, tinggi diangka 0,26%, stunting 8,10%, dan normal 91,64%. Pendek 1.962, dan sangat pendek hanya 417 balita.

dr. Deni merincihkan, bahwa hsil pengukuran balita yang diinput ini didapati setinyaknya 2.379 (8,10%) balita yang mengalami Stunting.

Sei Balai : Balita diinput 2.086 (99,62%), balita Stunting 206 (9,88%)
Tanjung Tiram : Balita diinput 3.111 (97,86%), balita Stunting 393 (12,63%)
Nibung Hangus : Balita diinput 2.559 (96,82%), balita Stunting 393 (15,36%)
Talawi : Balita Diinput 2.068 (97,92%), balita Stunting 105 (5,08%)
Datuk Tanah Datar : Balita diinput 1.641(97,10%) balita Stunting 96 (5,85)
Lima Puluh : Balita diinput 2120 (92,13%) balita Stunting 135 (6,37%)
Lima Puluh Pesisir : Balita diinput 2.668 (95,94%) balita Stunting 108 (4,05%)
Datuk Lima Puluh : Balita diinput 1.618 (98,96%) balita Stunting 107 (6,61%)
Air Putih : Balita diinput 3.550 (97,77%), balita Stunting 353 (9,92%)
Sei Suka : Balita diinput 2.408 (93,62%) balita Stunting 78 (3,24%)
Medang Deras : Balita diinput 4.165 (98,39) balita Stunting 172 (4,13%)
Laut Tador : Balita diinput 1.379 (98,01), balita Stunting 232 (16,90).

Sedangkan jumlah kasus Stunting dari Februari 2023 sebesar 4.072 (15,71%), dan hingga di Agustus 2023 menurun hingga diangka 2.379 (8,10%).

Kegiatan tersebut juga tidak luput dari pantauan sejumlah wartawan berbagai media mitra Dinkes P2KB Batu Bara, (Supriadi)