Proyek Toilet Rp196 Juta, Kabid di Dinas Diduga Terima 10 Persen

Dibaca : 539

BINEWS || Kabupaten Bekasi  – Satu pihak kontraktor,  membeberkan pembangunan perunitnya WC di sekolah rupanya ada uang koordinasi lapangan dan setoran 10 persen untuk Kepala Bidang Bangunan Negara dari Rp198 – Rp196,8 juta. Minggu (13/12/2020)

 

Nilai segitu, sambung GN, sudah berikut kelengkapan dan bahan material juga jasa tukang dan dipotong fee 10 persen orang dalam awal ketika ingin mendapatkan pekerjaan tersebut.

 

“Ya, memang sih.. nilai anggarannya gak masuk akal perunit Rp196,8 juta, karena saya juga pernah ngerjain proyek Rutilahu dibawah Rp25 juta juga udah permanen,” katanya.

 

Meski begitu, lanjut GN, dia tidak mau ikut terlibat jika kemudian hari bakal berurusan dengan lembaga hukum. Sebab, sebagai pihak pelaksana atau kontraktor dia hanya mencari rezeki kelebihan dari pekerjaan tersebut.

 

“Kita sebagai kontraktor ada kerjaan ya kita kerjakan, tapi kalau bakal ikut terlibat kita ngak mau, karena kita membangun hanya menghabiskan biaya Rp47 juta perunit. Soal kenapa dianggarkan segitu ya itu Pemerintah,” tambahnya.

 

Untuk diketahui, proyek pembangunan sarana penunjang pendidikan dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi sebanyak 488 WC disetiap sekolah dari pagu anggaran Rp196 juta sampai 198 juta perunit yang menyedot anggaran sebesar Rp98 miliar bersumber APBD-P Kabupaten Bekasi Tahun 2020.

Plt Kadis Cipta Karya ‘No Coment’ Soal Toilet Sekolah Rp 198 Juta

 

Plt Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Suhup, Minggu (14/12/2020) ketika di konfirmasi awak media, menyatakan dirinya ‘no coment’ soal toilet mahal seharga Rp 198 juta.

 

Sebagai Plt Dinas Cipta Karya, Suhup menegaskan dirinya baru akan melaksanakan rapat dengan para Kepala Bidang di dinas tersebut yang menangani proyek pembangunan toilet Rp 198 juta.

 

“No coment ahh… Baru besok (Senin) saya mau kumpulin Kabid-Kabid mau bahas soal ini. Kalo mau wawancara ke Kabidnya ajah,” bebernya.

 

Viralnya toilet dengan pagu anggaran Rp 198 juta bikin masyarakat Kabupaten Bekasi kesal dan merasa miris. Lantaran ditengah pandemi covid 19, ternyata Pemkab Bekasi mampu membangun toilet 488 unit dengan total anggaran Rp 97,6 Miliar dari APBD Perubahan tahun anggaran 2020.

(Jh-Red)