Kunker Pemkab Humbang Hasundutan di Pemkab Bangka, Asep Setiawan: Studi Banding Pengelolaan Pasar di Pasar Kite Sungailiat

Dibaca : 1045

BINEWS II Kabupaten Bangka – Pemkab Humbang Hasundutan diwakili oleh Dinas Koperasi, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Humbang Hasundutan berasal dari Propinsi Sumatera Utara (Sumut) melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Bangka dalam rangka studi banding terkait pengelolaan operasional pasar di pasar Kite Sungailiat, Kabupaten Bangka. Nantinya bisa untuk diterapkan di pasar-pasar wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan (Sumut).

Dalam kunjungan tersebut, yang dipimpin Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Diskoperindag tenaga kerja) Kabupaten Humbang Hasundutan, Nurlija Elita Pasaribu, S.kom, M.Si, Kabid Perdagangan, Mikael Simatupang, S.STP, Mangiring Lumbangad, Kepala UPT Pasar Dolok Sanggul, wilayah Pemkab Humbang Hasundutan. Kepala Disperindagkop dan Tenaga Kerja, Kabupaten Bangka, Asep Setiawan, Kepala UPT Metrologi Legal dan Pengelolaan Pasar (MLPP) pasar Kite Sungailiat, Budi Gustiansyah, biasa akrab di sapa Agung, Selasa (2/7) Siang.
Dalam keterangan disampaikan langsung melalui Berita Indonesia News, Nurlija Elita Pasaribu menjelaskan studi banding yang dilakukan oleh Pemkab Humbang Hasundutan melalui Diskoperindag dan tenaga kerja ke Pemakb Bangka ini dalam rangka melakukan studi tiru pengelolaan operasional pasar yang ada di Kabupaten Bangka yang nantinya bisa di terapkan di Kabupaten Humbang Hasundutan.

“Tadi sudah banyak disampaikan oleh kepala UPT MLPP Sungailiat kepada saya tadi. Salah satunya, bagaimana caranya untuk kita bisa berkolaborasi dengan para pedagang yang ada di pasar. Agar target retribusi yang telah ditetapkan Pemkab Humbang Hasundutan bisa tercapai. Dan ini artinya, bukan hanya satu pihak saja, akan tetapi semua pihak pun harus dapat mendukung. Jadi langkah yang sudah di buat oleh pak Agung tadi sungguh sangat sungguh luar biasa,” terang Elita.

Dikatakannya, kenapa studi banding perlu dilaksanakan, supaya kepala UPT pasar yang ada di Kabupatennya main seatnya dapat berubah serta meniru pengelolaan pasar yang ada di Kabupaten lain seperti Kabupaten Bangka ini. Agar target yang telah ditetapkan di Kabupaten Humbang Hasundutan dapat tercapai kedepannya.

“Itu yang saya inginkan kedepannya buat pengelolaan pasar kita. Dengan adanya studi banding ini, yang bukan sekadar kita pergi jalan-jalan semata, artinya dengan studi banding ini kita harus punya out put buat Kabupaten kita. Maka kita pun akan mempunyai target dan sasaran yang tepat dan punya out put yang jelas kedepannya,” Ucapnya.

Ditambahkannya, apa yang disampaikan oleh Pak Agung selaku kepala UPT MLPP di Kabupaten Bangka, dapat di terapkan di Kabupaten Humbang Hasundutan, intinya kepala UPT pasar Dolok Sanggul wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan segera harus berbenah, hal-hal apa saja nantinya perlu di benahi dan hal-hal lain yang perlu di perbaiki dalam mengejar target terkait pendapatan UPT pasar yang tahun lalu hanya mencapai 1 milyar. dan tahun ini menjadi 1 milyar 270 juta (1,27 M).

“Nantinya kedepan bagaimana strategi yang akan diterapkan kepala UPT pasar kita terhadap pencapaian target tersebut. Apakah perlu pedagang-pedagang pasar maupun petugas parkir kita rangkul demi untuk meningkatkan retribusi pasar. Dan polanya akan kita bicarakan nanti dalam kegiatan rapat yang segera kita lakukan setelah kegiatan studi banding ini,” kata Elita.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangka, Asep Setiawan mengungkapkan bahwa ini merupakan suatu kehormatan bagi Kabupaten Bangka yang dalam hal ini sudah di kunjungi Kabupaten Humbang Hasundutan yang ada di Provinsi Sumut. Dalam hal ini, Kabupaten Bangka sebagai pembanding terkait dengan pengelolaan operasional pasar, atau dengan kata lain berbagi pengalaman dengan Kabupaten Humbang Hasundutan.

“Terima kasih atas kunjungan yang telah dilakukan dinas Koperasi, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Humbang Hasundutan ke Kabupaten kita, apa saja masukannya dan kelebihan dari masing masing dan ini jelas pasti akan terkoreksi dari berbagi pengalaman dan informasi. Pasar Kite Sungailiat ini bukan lagi hanya sebuah gaya pasar semi modern, tatapi perlu penataan dan komitmen yang kuat, dan serius. Baik dari pemerintah daerah maupun dari DPRD Kabupaten Bangka,” ungkap Asep.

Asep menjelaskan, para pedagang sangat bergantung dengan transaksi dan juga jual beli dagangannya di pasar Kite yang ada di Sungailiat ini. Artinya, perputaran roda perekonomian itu bergantung dari adanya pasar ini, khususnya pasar Kite Sungailiat.

“Kami sedang mengkaji kedepan untuk menaikkan tarif, tapi kita liat dulu apakah dengan naiknya tarif nantinya apakah itu dapat diimbangi dengan fasilitas sarana yang baik buat masyarakat, khususnya bagi para pedagang. Itu juga merupakan sebuah pertimbangan bagi kami dan itu merupakan sebuah bahan kajian kedepan buat UPT MLPP Sungailiat. Kami terkait target retribusi daerah terus kita kejar dan alhamdulilah tahun lalu mencapai target. Untuk tahun ini untuk fase hingga bulan Juni 2024 sudah 700 ratusan. Semoga di tahun ini target kita 1 milyar 250 juta akan segera terealisasi,” pungkasnya. (AMN)