Diberitakan Warganya Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Kades Tumbal Seolah Tak Terima

Dibaca : 116

BINEWS JATENG | Pemalang Kepala Desa (Kades) Tumbal, Suradi, seakan menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap pemberitaan terkait warganya yang diberitakan tinggal di rumah tak layak huni. Ia menganggap seolah bikin nama desanya tercemar. Kamis (20/6/2024).

Diberitakan sebelumnya, Suhadi yang merupakan seorang warga Dusun Sijeruk RT 04 RW 04, Desa Tumbal, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, tinggal di rumah tidak layak huni. Berita yang viral tersebut mengundang reaksi keras dari Kepala Desa setempat beberapa menit setelah ditayangkan.

Dalam pemberitaan itu, mengabarkan kondisi Suhadi dan istrinya yang menempati rumah berukuran sekitar 5×2 meter. Rumah tersebut beratapkan seng, berpagar plastik, dan beralaskan tanah.

Pasangan ini sudah tinggal di Desa Tumbal sejak awal tahun 2022, dan kondisi mereka memerlukan bantuan dari pemerintah.

Namun, reaksi Suradi yang disampaikan melalui pesan WhatsApp mengindikasikan ketidaksetujuannya atas pemberitaan tersebut.

“Katanya mau bantu lewat Dewan, kenapa kok itu di viralkan mas,” tulis Suradi dalam pesannya.

Padahal, awak media tidak pernah berjanji akan mengusulkan bantuan ke dewan, seperti yang dimaksud oleh Kades Tumbal. Justru hanya bermaksud menyampaikan ada kondisi warga Desa Tumbal yang miris dan memprihatinkan.

Suradi bahkan menanyakan identitas wartawan yang menghubunginya dengan nada seolah terkesan mengancam.

“Njenengan namine sinten mas (Anda namanya siapa mas – Red), njenengan jangan sok jadi pahlawan,” ketus Suradi dalam pesan WhatsApp-nya.

Peristiwa ini mengundang perhatian publik dan menambah sorotan terhadap perlunya perhatian lebih dari pemerintah terhadap warganya yang membutuhkan bantuan.

Suradi menganggap kalau warga yang bernama Suhadi baru pindah ke desanya dan memiliki sebuah rumah di Jakarta.

“Kan pindahan baru. Dia juga punya rumah di Jakarta,” katanya.

Suradi juga menganggap bahwa warganya belum pernah mengusulkan atau melaporkan ke Pemerintah Desa. Justru baru mengerti ada warganya yang tak mampu.

“Kan dia belum pernah usul atau lapor,” cetusnya.

Sebelumnya, Rahmat Haryanto selaku Ketua RT 4 RW 4 mengatakan bahwa dirinya pernah mengusulkan bantuan bedah rumah untuk Suhadi. Namun, usulan tersebut belum terealisasi meskipun sudah diajukan hampir setahun yang lalu.

“Sejak sebelum saya menjabat sebagai RT, beliau (Suhadi) sudah tinggal di sini. Saya sendiri sudah menjabat sebagai ketua RT selama dua tahun,” ujar Rahmat.

“Sudah saya usulkan untuk dapat bantuan bedah rumah cuma sampai sekarang belum ada bantuan. Belum ada info lagi,” tambahnya.

Tanggapan Kepala Desa Tumbal mencerminkan kurangnya komunikasi yang intens antara pemerintah desa dengan warga atau instansi lain dalam menangani isu-isu sosial seperti ini.