Ridhohul Khukam Nyatakan Akan Dukung dan Deklarasikan Willy Usai Dapat Rekom

Dibaca : 77

BINEWS, JATENG | BREBES – Salah satu kaum milenial, Willy Raymond, yang ikut mendaftar di bursa penjaringan bakal calon wakil bupati (Bacawabup) Brebes untuk periode mendatang akan dapatkan dukungan dari tokoh pemuda Brebes, Ridhohul Khukam ketika telah mendapat rekom partai pengusung.

 

 

Pernyataan sikapnya itu ia sampaikan saat menerima kunjungan Willy Raymond dan pendukungnya dalam acara silahturahmi sedulur Ridho di Desa Luwungragi Kecamatan Bulakamba Brebes, Jum’at (14/6) malam.

 

“saya nyatakan sikap saya untuk arah politik Brebes di 2024 ini akan mendukung kepada Willy Roymond yang merupakan kaum milenial, namun dukungan dan deklarasi akan saya sematkan ketika dipastikan Mas Willy mendapat rekom dari partai pengusung. Kita nunggu rekon setelah dapat rekom baru kita deklarasi, setuju,” kata Ridho dihadapan sejumlah orang.

 

Masih dikatanya, Ia mengapresiasi keniatan Willy Raymond maju dipilkada 2024 mendatang. Menurutnya sebagai seorang kaum milenial Willy dianggap telah berfikir maju kedepan untuk Brebes lebih baik.

 

 

Sementara itu Willy ucapkan. terimakasihnya atas dukungan Ridhohul Khukam, menurutnya itu menambah energi dan semangatnya maju di Pilkada Brebes.

 

 

Selain itu Willy juga beberkan programnya ketika terpilih menjadi wakil bupati Brebes.

 

 

“Brebes sudah masuk dalam program strategi nasional yaitu terkait investasi, maka tentu harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia, maka untuk mendukung dan memastikan investor berkembang dibrebes, selain adanya kondusifitas, kami pastikan jika nanti saya mendapat kepercayaan warga, progam utama adalah memastikan lulusan SMA ataupun sederajat, baik laki laki maupun perempuan dapat langsung bekerja di perusahaan perusahaan yang ada di Brebes,” beber Willy Raymond.

 

 

Dikatakan Willy, program sekolah gratis juga menjadi sikap kepastiannya jika nanti terpilih.

 

“kami juga pastikan anak sekolah baik dari tingkat sekolah dasar hingga SMA tidak ada pungutan ataupun iuran, hal itu selaras dengan peraturan diatasnya yang sudah ada, ini untuk memastikan jangan ada anak putus sekolah karen

a biaya,” tegasnya.