Dinas Pertanian Pemalang Monitoring Bantuan Ternak Domba di Kelompok Tani Desa Tegalmlati

Dibaca : 422

BINEWS JATENG | Pemalang – Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang melaksanakan kegiatan monitoring bantuan hibah ternak domba tahun 2022 kepada kelompok tani “Tani Makmur” di Desa Tegalmlati, Kecamatan Petarukan. Rabu (8/5/2024).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang, Prayitno, melalui Sekretaris, Akhmad Helmi, saat monitoring di kawasan kandang kelompok tani “Tani Makmur” mengucapkan apresiasinya karena bisa memanfaatkan bantuan hibah domba dengan sebaik mungkin.

“Di tahun kedua alhamdulillah sudah berkembang dengan baik, yang tadinya 15 ekor sekarang menjadi 21 ekor. Alhamdulillah bisa bermanfaat buat mereka (kelompok tani – red) walaupun sebenarnya tambahan saja, karena sebelumnya sudah punya dan bantuan hanya penambahan saja,” ucap Helmi disela sela kegiatan monitoring.

“Kelompok tani juga bagus karena ada pertemuan tiap tahunnya seperti tutup buku dan Ketuanya juga tidak semena mena serta amanah mengembangkan ternak,” tambahnya.

Helmi mengungkapkan, penyerahan bantuan hibah kala itu domba sudah siap kawin atau dewasa sekitar umur diatas 8 bulan, dianggarkan dari APBD 2022.

Lebih lanjut, Helmi berharap bantuan hibah dari pemerintah kepada kelompok tani di pergunakan sebagaimana mestinya, sesuai dengan norma atau aturan sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani.

“Bantuan bantuan dari dinas pertanian itu bisa dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya. Jangan hanya sebagai nama saja setelah itu lain,” tuturnya.

Sementara Ketua Kelompok Tani “Tani Makmur” Desa Tegalmlati, Nur Sidik didampingi Bendahara, Kusmanto, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pemalang yang telah memberikan bantuan hibah berupa domba.

Nur Sidik mengungkapkan dari hasil beternak tersebut ia telah menjual 2 ekor domba jantan guna keperluan penerangan jalan menuju lokasi kandang.

“Itu sudah dirapatkan bersama anggota kelompok tani dan sudah disepakati bersama, akhirnya kita belanjakan tiang tiang,” katanya.

Nur Sidik mengaku sejak dari tahun 2022 belum mendapatkan bantuan lagi untuk kelompok tani yang di komandoi. Oleh sebab itu, pihaknya berharap dapat bantuan lagi seperti pompa air listrik dan chopper atau mesin pencacah rumput.

“Alat pencacah rumput disini kan belum ada, dan untuk minum air bersih biar tidak ngambil di sier atau got,” pintanya.

“Terimakasih pak bupati, juga dinas pertanian atas bantuannya, ini sangat bermanfaat sekali dan kami akan merawatnya,” tutupnya.