BINEWS SUMUT II KAB BATU BARA
Trus ini bagaimana, Sudah 6 bulan ini warga tidak lagi menikmati air bersih dari Perumda Tirta Tanjung.
Katanya pipa saluran air rusak akibat pembangunan jembatan, Akibatnya pelanggan tak lagi menikmati air bersih. Jembatan selesai dibangun pipa saluran air tak kunjung diganti, bahkan diperbaikipun tidak sehingga timbul desakan agar Pj Bupati Batu Bara mengevaluasi Dirut Perumda Tirta Tanjung Dudi Dermawan.
Hingga enam bulan lamanya warga di Desa Mesjid Lama, Dahari Selebar Kecamatan Talawi tak lagi menikmati penyaluran air bersih dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Tanjung Kabupaten Batu Bara.
Hal ini bermula saat pengerjaan Jembatan Penghubung Desa Dahari Silebar – Dahari Indah Kecamatan Talawi yang bersumber dari dana APBD Provinsi Sumatera Utara pada Oktober 2023 lalu.
“Kurang lebih hingga 6 bulan lamanya kami tak dapat akses air bersih lagi bang, dari PDAM Tirta Tanjung saat dibangunnya jembatan penghubung Dahari Silebar-Dahari Indah itu,” ungkap Arif (31) warga Desa Mesjid Lama Kecamatan Talawi kepada wartawan, Sabtu lalu.
Informasi yang ia peroleh, air bersih yang tak lagi mengalir di Desanya akibat dari pipa yang seharusnya menyalurkan air bersih itu putus karena adanya pengerjaan kontruksi tersebut. Namun, ketika dilaporkan kepada petugas Perumda Tirta Tanjung ia lagi menunggu arahan dari atasannya.
“Kami juga pernah melapor ke petugas, namun tanggapannya belum ada perintah bang dari atasan,” sebutnya mengungkapkan.
Arif juga menjelaskan, selama ini sumber air bersih untuk Desa Dahari Selebar dan Mesjid Lama bersumber dari dua arah yaitu dari Perumda Tirta Tanjung unit Desa Barung Barung dan di Tanjung Tiram.
“Dikarenakan terjadi kerusakan saat perbaikan jembatan di Desa Dahari Selebar, maka sumber air yang kami terima hanyalah dari Tanjung Tiram akibatnya warga Desa Mesjid Lama tidak dapat menerima air bersih tersebut,” katanya.
Namun hingga saat ini air bersih tak lagi mengaliri ke rumah-rumah warga di dua Desa ini. Hingga mereka menggunakan air sumur untuk digunakan sebagai pengganti air bersih.
“Kami cuma berharap pihak PDAM agar cepat menuntaskn persoalan air bersih ini, karena akibat ini anak-anak dan orang tua banyak mengalami gatal-gatal pada kulit, karena air sumur yg kami konsumsi. Belum lagi untuk air minum, tiap hari kami harus membeli air isi ulang untuk dimasak, ditambah belakangan ini sudah jarang turun hujan air sumurpun mengalami kekeringan,” sebut warga menjelaskan.
Disoal terkait warga tak lagi terima air bersih, Dirut Perumda Tirta Tanjung Dudi Dermawan berkelah bahwa pelanggan yang terdampak akibat pembangunan jembatan pihaknya membebaskan pembayaran dari tagihan air.
Hingga enam bulan lamanya, sebagai pimpinan Dudi hanya mampu berkordinasi tanpa ada inisiatif memperbaiki pipa yang rusak.
“Kami sedang berkoordinasi dengan pihak pelaksana pekerjaan dan Pemkab Batu Bara terkait penggantian pipa yg terdampak. Soalnya biayanya lumayan besar,” ungkapnya
Sementara itu, tokoh muda Kecamatan Talawi Lukmanul Husnain meminta Pj Bupati agar mencopot jabatan Dudi Dermawan sebagai Dirut Perumda Tirta Tanjung. karena menurutnya, semenjak perusahan daerah air bersih ini ditangan Dudi banyak persoalan yang timbul.
“Dimulai dari THR karyawan yang tak dicairkan berdasarkan jumlah gaji yang terima pada beberapa Minggu lalu sebelum lebaran, kutipan retribusi yang menurun, hingga adanya masyarakat dibeberapa Desa yang tak lagi menerima air bersih,” sebutnya.
Menanggapi sejumlah persoalan ini, Nain menegaskan pihaknya akan menyurati Pj Bupati melalui Asisten II dan kabag Ekbang agar mengevaluasi kinerja Dudi Dermawan sebagai pimpinan di perusahaan milik Daerah ini.
Sampai berita ini diterbitkan mm asih ditunggu langkah konkrit yang akan diambil oleh PJ Bupati Batu Bara, (Supriadi)