Tindaklanjuti Laporan Masyarakat Kepada Pj Bupati Bangka, Kelurahan Sri Menanti Gelar Operasi Yustisi

Dibaca : 4716

BINEWS II Kabupaten Bangka – Dalam rangka menindaklanjuti laporan dari masyarakat di lokasi seputaran Pasar Inpres maupun Kelurahan Sri Menanti pada malam hari sering di jadikan tempat tongkrongan para remaja yang di sinyalir sering di jadikan tempat minuman keras (miras). Maka menindaklanjuti laporan tersebut, Lurah Sri Menanti didampingi Sekretaris Lurah bersama Stakeholder terkait menggelar operasi Yustisi di lokasi yang di maksud, sabtu (9/12) malam.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Lurah Sri Menanti, Manusuki, Seklur, Ratno Daeng Mappiwali, Babinsa, Sertu Jamhur, Bhabinkamtibmas, Bripka Bunga, Kaling Kampung Jawa, Suranto, Kaling Sidodadi, Purwanto, Linmas Kelurahan Sri Menanti.
Saat dikonfirmasi langsung oleh Berita Indonesia News, dalam kegiatan Yustisi tersebut, Lurah Sri Menanti, Manusuki, mengungkapkan berdasarkan laporan dari masyarakat kepada Pj Bupati Bangka melalui Pengaduan Langsung Masyarakat (Dulang Mas) bahwa lokasi di seputaran pasar Inpres dan Kantor Lurah Sri Menanti sering dijadikan tempat tongkrongan bagi para remaja di sinyalir dijadikan tempat minuman keras (Miras). Maka dari itulah, operasi Yustisi ini dilaksanakan bersama dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas serta Kaling dan Linmas.

“Jadi pada malam hari ini, kita dapati ada sekitar 7-8 orang remaja tengah duduk santai di lokasi pasar inpres. Setelah kita lakukan interogasi dan didapati diantara 2 orang remaja tersebut dari bau mulutnya tercium aroma minuman keras jenis arak. Setelah kita berikan nasihat maupun juga himbauan kepada mereka, akan dampak buruknya mengkonsumsi miras terhadap kesehatan tubuh, apalagi mereka masih dalam usia remaja. Setelah kita berikan himbauan untuk tidak melakukan kegiatan serupa, maka mereka kita suruh langsung pulang ke rumah,” terang Manusuki.

Lanjut Manusuki, dirinya menginginkan lokasi di seputaran Pasar Inpres maupun Kantor Lurah dan sekitarnya bebas dari aktivitas-aktivitas yang negatif, apalagi tempat-tempat ini sering dijadikan tempat tongkrongan para remaja di duga sering menenggak minuman keras. Apalagi nanti dijadikan tempat mengkonsumsi maupun transaksi narkoba.

“Saya sebagai lurah, tidak menginginkan lokasi di sekitar kantor kita maupun juga di kawasan pasar inpres dengan kegiatan kegiatan negatif, seperti miras, narkoba, apalagi sampai melakukan transaksi di tempat ini. Hal-hal tersebut, yang perlu kita hindari kedepannya. Maka dari itulah, kita adakan himbauan dan pencegahan terlebih dahulu. Apalagi saat sekarang ini memasuki tahun politik, kita harus dapat menjaga situasi dan kondisi kamtibnas agar tetap aman dan kondusif,” ucapnya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas yang ada di Kelurahan Sri Menanti, Bripka Bunga Meyrisa, seijin Kapolsek Sungailiat, Iptu I Made W.R.S. menjelaskan bahwa pada malam hari ini sengaja dilaksanakan kegiatan operasi Yustisi terkait laporan masyarakat di lokasi seputaran Pasar Inpres dan Kantor Lurah sering dijadikan tempat tongkrongan para remaja dan juga diduga sering mengkonsumsi minuman keras (Miras).

“Dengan adanya laporan tersebut, maka kami melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Tadi ada sekitar 7 orang remaja sudah kita berikan edukasi dan nasihat agar hal serupa tidak terulang kembali. Dalam kesempatan ini, saya menghimbau kepada para orang tua, untuk selalu dapat menjaga dan mengawasi pergaulan anak anak mereka, baik itu di sekolah maupun di luar sekolah. Bagaimana pergaulan mereka ini dilingkungan, karena jangan sampai orang tua lengah. Apalagi remaja jaman sekarang ini lebih pintar daripada orang tua, jangan sampai orang tua yang di akal-akali anak-anaknya. Maka dari itu, perlunya pengawasan yang kontinyu,” kata Bunga.

Dirinya berharap, kejadian pada malam hari ini jangan sampai terulang kembali. Apabila kedepan masih saja di jumpai adanya kegiatan para remaja ini dan juga lokasi ini dijadikan tempat tongkrongan, maka untuk itu akan dilakukan tindakan tegas.

“Apabila kedepan masih kita temukan adanya kegiatan serupa, maka mereka ini akan kita interogasi dan kita amankan. Serta orang tua mereka akan kita panggil dan orang tuanya akan kita buatkan surat perjanjian secara tertulis, untuk tidak lagi melakukan kegiatan-kegiatan serupa di kemudian hari,” pungkasnya. (Amin)