News  

Keresahan Masyarakat Tidak Terjawab, PLN Sering Padam Tanpa Pemberitahuan

Dibaca : 2047

BINEWS SUMUT || KAB BATU BARA – Akibat banyaknya keluhan masyarakat terkait pelayanan listrik dan seringnya pemadaman sepihak oleh pihak PLN (Perusahaan Listrik Negara) sehingga banyak barang-barang elektronik yang rusak menjadi perhatian beberapa Media yang tergabung dalam Komunitas Wappress (Warung Apresiasi Pers) dan mencoba mengkonfirmasi langsung ke Kantor PLN di Jl Perintis Kemerdekaan Kecamatan Lima Puluh, Jumat (05/08/2022).

 


Saat di konfirmasi langsung Kepala Unit PLN ULP Lima Puluh Fika Amelia Napitupulu memberi tanggapan atas keluhan masyarakat yang disampaikan oleh perwakilan awak media.

 

Fika menyampaikan selama ini pihak PLN sudah melakukan sosialisasi apabila adanya pemadaman yang dilakukan PLN hanya melalui Group Layanan Pelanggan, namun apabila ada kerusakan elektronik, pihaknya mempersilahkan menyampaikan keluhannya ke Lembaga Bagian Perlindungan Konsumen karna “Saya bukan orang berkompeten dibidang tersebut, dan sudah bidangnya masing-masing” Ungkapnya

 

Saat ditanyakan mengenai Permen ESDM Pasal 6 No 27 Tahun 2017 tentang tingkat mutu pelayanan, Pihak PLN ULP Lima Puluh tidak dapat menjawab hal itu, itu urusan pusat bukan urusan PLN ULP Lima Puluh” tutup Fika

 

Menanggapi pernyataan tersebut pengurus Komunitas Wappress Batu Bara Zainuddin Zein mengatakan “Kita kecewa dengan pelayanan PLN ULP Lima Puluh, karena dengan seringnya pemadaman baik disengaja atau tidak disengaja yang pasti konsumen dirugikan, seperti kerusakan barang-barang elektronik milik konsumen” Ungkapnya geram

 

Dijelaskan Zsinuddin “Akhir minggu kemarin masyarakat dibuat sangat kecewa dengan layanan dari PLN. Tanpa pemberitahuan sebelumnya, pasokan listrik tiba-tiba saja padam tanpa sebab, peristiwa ini tentu saja sangat merugikan masyarakat khususnya yang merupakan pelanggan PLN (konsumen) yang rutin membayar.

Mereka tidak bisa menjalankan berbagai aktivitas, hajat penting, bisnis, dan terkendala menikmati layanan publik. Kerugian tidak hanya sampai disitu, bisa jadi banyak pihak juga akan menanggung ekses dari peristiwa tersebut (potenstial loss),” ujarnya

 

Dia juga mengatakan, “PLN sebagai perusahaan BUMN sudah semestinya bertanggungjawab, tidak cukup hanya meminta maaf dan meminta keiklasan publik, tapi harus memberikan ganti rugi dan kompensasi kepada konsumen/ masyarakat bisa dalam bentuk pembebasan tagihan atau pengurangan tagihan biaya listrik” papar Zainuddin

 

“Hal tersebut sejalan dengan Pasal 29 Ayat 1 UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan dimana PLN berkewajiban memberikan layanan sebaik-baiknya pada saat yang sama konsumen berhak mendapat tenaga listrik secara terus-menerus dengan mutu yang baik” Jelasnya

 

Menurutnya, bila tidak konsumen berhak mendapat ganti rugi apabila terjadi pemadaman yang diakibatkan kesalahan dan/ atau kelalaian pengoperasian oleh pemegang izin usaha penyediaan kelistrikan dan mengenai kompensasi dan ganti rugi hak konsumen PLN dilindungi dan diatur oleh Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) dan juga Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017 tentang Mutu Pelayanan dan Biaya Yang Terkait dengan Mutu Penyaluran Tenaga Listrik oleh PLN” Tutur Zein

 

Ia mengatakan, sangat disesalkan bila pihak PLN hanya meminta maaf dan menyuruh konsumen ikhlas terhadap persoalan ini. Bandingkan dengan perlakuan PLN kepada pelanggan.

Bila tidak membayar PLN bersikap begitu sangat tegas, bahkan bisa diputus tidak memperoleh pasokan listrik sama sekali. Padahal kedudukan PLN sebagai pelaku usaha dan pelanggannya haruslah setara di mata hukum” Tegas Zainuddin

 

“Karena kerugian yang timbul akibat dari pemadaman listrik sangat kongkrit dan tidak sedikit maka sudah seharusnya PLN memberikan kompensasi dan ganti rugi” Tutupnya (Supriadi)

Cloud Hosting Indonesia