Ekobis  

Lempah Kuning Masakan Khas Pulau Bangka, Tersaji Dalam Bangka Expo 2022

Dibaca : 2274

BINEWS BABEL ||  Kab.Bangka – Ada hal menarik yang tersaji dalam pameran Bangka Expo tahun 2022. Liga lempah kuning merupakan perlombaan yang menampilkan masakan khas daerah pulau Bangka, yang bisa diikuti oleh beregu maupun perorangan yang ingin mencoba menyajikan masakan tersebut dengan resep yang dimiliki bisa langsung datang ke arena Bangka Expo.

 


Lempah kuning merupakan salah satu resep masakan warisan budaya masyarakat pulau Bangka yang hingga kini masih menjadi primadona bagi sebagian besar kalangan masyarakat yang ada di Bangka Belitung, kamis (21/7).

 

Liga lempah kuning dikuti oleh para peserta lomba sebanyak 53 orang. Antusias masyarakat yang ingin mengikuti lomba tersebut sangat besar, terbukti dengan jumlah pendaftaran lebih dari 100 orang peserta. Mengingat banyak sekali masyarakat yang ingin mencoba masakan tersebut dengan resep yang sudah dimiliki.

 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemkab Bangka bersama KNPI Kabupaten Bangka dan Media Mitra serta para dewan juri tim penilai yang berasal dari berbagai kalangan.

 

Dari hasil perlombaan liga lempah kuning tersebut, telah ada 5 orang yang keluar sebagai pemenang lomba. Diantaranya juara pertama diraih oleh Agus Setiawan pemilik usaha warung lempah kuning Bang Agus di Pangkalpinang. Kedua lempah muara dari Bangka, juara Ketiga Ibu Sulaini juga dari Bangka, keempat jatuh pada PKK Kabupaten Bangka, sedangkan kelima jatuh pada Tim Yul dari Bangka.

Sebagai peringkat pertama, Agus Setiawan dalam keterangannya mengatakan, dirinya sangat bangga bisa keluar sebagai juara pertama dalam liga lempah kuning ini. Event ini merupakan ajang perlombaan terbesar yang ada di Bangka Belitung dan baru kali pertama dirasakan oleh Agus. Banyaknya animo masyarakat yang ingin mendaftar sebagai peserta lomba akhirnya dari panitia pelaksana untuk jumlah dibatasi sebanyak 53 orang.

 

“Awalnya saya tidak menyangka bisa dapat menjadi juara pertama dalam lomba ini. Even ini bukan sembarangan, jujur ini kali pertama saya mengikuti lomba yang menurut saya merupakan even terbesar yang ada di bangka belitung. Menurut saya liga lempah kuning ini sangat luar biasa, terbukti dengan banyaknya para peserta yang telah mendaftar dalam ajang lomba masakan warisan budaya pulau bangka,” terang Agus.

 

Sementara itu, H. Sarnubi sebagai ketua Adat Melayu Kabupaten Bangka menjelaskan, beberapa kriteria dan penilaian dari para juri penilai untuk dapat menentukan layak atau tidaknya peserta lomba sebagai juara. Dalam hal penilaian itu yang paling menentukan adalah cita rasa makanan dari lempah kuning tersebut. Berikutnya ada pada penyajian/penampilan saat masakan akan di sajikan. Serta tepat waktu yang telah ditetapkan dewan juri dan kebersihan sekitar lokasi dari para peserta itu sendiri.

 

“Kami sepakat dari para juri penilai bahwa yang utama jatuh pada cita rasa masakan yang di hasilkan oleh para peserta. Berikutnya saat masakan tersebut, akan kita sajikan untuk dihidangkan, tepat pada waktu yang telah di tetapkan oleh panitia dan juri penilai, serta kebersihan yang ada di sekitar dari masing-masing peserta lomba,” jelas Sarnubi.

 

Ditempat yang sama, Ketua KNPI Kabupaten Bangka, Ismir Rahmadinianto mengungkapkan, DPD KNPI Kabupaten Bangka menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah Ikut andil dan berperan besar dalam menyukseskan acara liga lempah kuning ini. Warisan masakan lempah kuning ini perlu sekali untuk dapat dilestarikan. Harapannya agar kedepannya nanti acara seperti ini dapat diselenggarakan dengan skup lebih besar lagi mungkin tingkat Provinsi Babel, dengan kemasan yang berbeda dan momen yang berbeda pula.

 

“Kami dari DPD KNPI kabupaten bangka mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan acara ini. Tadi saya melihat antusias masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan ini sangat luar biasa. makanya kami sebagai panitia membatasi jumlah peserta yang ikut dalam lomba lempah kuning ini. Mengingat waktu dan tempat pelaksanaan yang hanya setengah hari. Untuk lempah kuning ini banyak macamnya, berbeda cara penyajian dan cara mengolah bumbunya serta cara mengolah ikannya,” pungkasnya. (Amin)

Cloud Hosting Indonesia