Petani Gagal Panen Lagi Tanggul Sungai Di Perkebunan Sei Bejangkar Jebol 

Dibaca : 195

BINEWS II Sumut. Kab Batu Bara — Petani di Sei Balai kembali gagal panen akibat tanggul sungai di Perkebunan Sei Bejangkar Jebol

 

Ironis nasib petani kecil yang mengandalkan sawah yang tidak seberapa luas sering terombang-ambing. selain pupuk dan racun hama yang langka masalah luapan banjir kerap mengkandaskan harapan mereka memperoleh hasil untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Terjadi di Dusun 1 Salam Desa Perkebunan Sei Bejangkar Kabupaten Batu Bara yang letaknya persis di perbatasan Simalungun dengan Batu Bara tanggul sungai jebol mengakibatkan puluhan hektare tanaman padi terancam gagal panen.

 

Rudi Ramadhani salah seorang warga yang menderita akibat tanaman padi keluarganya luluh lantak dilindas air banjir sampai menyuarakan jeritan petani di desanya melalui akun Fb-nya @Rudi Ramahdani, Kamis, (25/03/2021).

 

Dihubungi lewat messengger, Rudi menjelaskan tanggul jebol sehari sebelumnya. Akibatnya air sungai tumpah ke sawah petani yang berisi tanaman padi berusia lebih kurang 1 bulan.

 

Disebutkan Rudi, penyebab jebolnya tanggul sungai disamping karena curah hujan di hulu di daerah Simalungun tinggi juga akibat sungai yang berhulu di daerah Simalungun sedang di normalisasi.

 

Sementara-lanjutnya- di Desa Perkebunan Sei Bejangkar yang merupakan hilir sungai belum dilakukan normalisasi.

“Akibatnya debit air naik dan sampah dari alur sungai diatas menyerbu lahan sawah di Dusun 1 Salam”, beber Rudi.

 

Hingga saat ini belum ada tindakan dari pejabat desa meski telah diadukan kepada kepala dusun setempat.

Terkait jebolnya tanggul sungai saat ini sekitar 3 hektare tanaman padi telah terlindas air banjir. Dikhawatirkan bila tidak ada tindakan cepat berpotensi merendam puluhan hektare tanaman padi lainnya.

 

Karena itu Rudi atas nama petani Dusun 1 Salam minta kepada Pemkab Batu Bara melalui instansi terkait agar segera melakukan normalisasi sungai dan menimbun tanggul yang jebol.

 

“Tolonglah pak Bupati, petani disini kerap gagal panen akibat serbuan air banjir yang datang tiba-tiba”, pinta Rudi Ramadhani memohon (Supriadi)