News  

Ganti Rugi Pembangunan Tol Japek II Belum Ada Kesepakan, Warga Citaman Ancam Demo Di Depan Pemda Karawang

Dibaca : 186

BINews || Jabar-Karawang, – Dampak pembangunan Tol Japek II Selatan, warga keberatan atas harga ganti rugi lahan yang telah di tentukan oleh team pengadaan/appraisal, tepatnya di Kp. Citaman Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat belum juga ada titik temu.

 

Sudah berbagai upaya dilakukan oleh warga (Paguyuban Masyarakat Citaman Bersatu) agar harga ganti rugi yang sudah ditentukan bisa berubah menjadi lebih tinggi dan layak atas dampak proyek strategis nasional tersebut.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, warga keberatan karena harga tanah yang di ganti jauh dibawah pasaran. “Harga pasaran tanah di daerah tersebut sudah ada hampir mencapai Rp. 2 juta per meter, sedangkan harga yang di patok paling tinggi hanya Rp. 600 ribu per meter,”

 

“Hari ini Paguyuban Masyarakat Citaman Bersatu, melayangkan pemberitahuan aksi demo kepada Polres Karawang dan diterima oleh TU Intelkam.” Ucap Didin Muhyidin ketua Paguyuban Citaman Bersatu kepada awak media Rabu, 10 Maret 2021.

 

“Sampai hari ini Kami keberatan hasil identifikasi dan inventarisasi soal nilai ganti kerugian belum ada titik temunya. Terakhir hearing pun di Gedung Paripurna DPRD Karawang yang di gelar oleh Komisi I belum ada hasil yang jelas. Masyarakat menganggap pemerintah baik pusat maupun daerah sepertinya tidak ada yang membantu secara serius terkait permasalah ini,”

 

“kita sudah berusaha untuk taat peraturan pemerintah, surat sudah kita layangkan ke semua intansi dan pemerintah baik kabupaten maupun pemerintah pusat, sepertinya cuek dengan keluhan masyarakat,” pungkas Didin.

 

“Kami berencana akan gelar aksi damai di depan kantor pemda karawang, ini mungkin jalan supaya pemerintah mendengar dan tau bahwa warga masyarakat karawang masih ada yang terzolimi, karena surat kita tidak pernah di respon, mungkin juga tidak pernah di baca,” sesalnya.

 

 

“Kami warga tidak lah menginginkan untuk di istimewakan, setidaknya pemerintah membantu atas apa keluhan yang Kami rasakan dan mengawal untuk kelayakan hidup kami,” pinta Didin.

 

Saat di tanya apa saja yang dibahas disaat pertemuan di Polres tadi? Didin menjelaskan “Kepolisian akan berusaha membantu supaya ada pertemuan dengan pihak terkait dalam waktu dekat ini. Agar pemerintah baik pusat maupun daerah bisa membantu aspirasi/aduan Kami,” terang Didin. (Riandi & Rekan)