News  

PDAM Tirta Tanjung Bergantung Pada PT PLN Terhadap Distribusi Kebutuhan Air Bersih Warga

Dibaca : 167

BINEWS II Sumut, Kab Batu Bara – Sudah satu Minggu kondisi air PDAM Tirta Tanjung tidak dapat di distribusikan kepada warga masyarakat pelanggan keluarga penerima manfaat (KPM) air bersih sebagaimana mestinya, hal itu disebabkan pemindahan tiang listrik dari desa perupuk sampai ke Kuala Tanjung yang katanya untuk perbaikan aliran listrik masyarakat di sana. Sehingga beberapa jam daya arus listrik di Kecamatan Tanjung Tiram dan sekitarnya di padamkan.

Sebenarnya, masyarakat tidak terlalu ambil pusing tentang pemadaman listrik, namun yang menjadi persoalan adalah ikut sertanya pemadaman aliran air bersih ke rumah warga penerima manfaat (pelanggan) air bersih PDAM Tirta Tanjung yang membuat aktivitas rumah tangga lumpuh dari kebutuhan air bersih.

 

Menurut keterangan Dir. PDAM Tirta Tanjung Afizullah “Daya di PLN gak stabil bang,saya lagi koordinasi ke PLN agar daya bisa stabil dan agar pompa di sumur bor bisa hidup bang.” Ujar Dir. PDAM Afiz saat di hubungi wartawan untuk mempertanyakan perihal distribusi air bersih ke rumah warga, Rabu,(03/03/2021)

Dikatakan nya lagi, “Benar bang, kondisinya air tidak seperti di arus PLN, gitu di hidupkan langsung semua dapat dialiri air PDAM agak lama baru bisa stabil seluruh dapat di pelanggan bang, karena itu dampak berkurangnya daya PLN dari pagi berakibat air PDAM jadi tidak maksimal ke pelanggan bang.” Pungkas Afiz

 

Hal senada dikatakan Ka. Rayon ULP PT PLN Tanjung Tiram Roby Soepradi, “Sabar ya bang, ini kita lakukan untuk masyarakat juga. khususnya masyarakat desa Perupuk sampai dengan masyarakat Kuala Tanjung.” Ucapnya melalui pesan WA

 

Namun sangat di sayangkan, berbagai asumsi masyarakat timbul akibat pemadaman aliran listrik yang berdampak pada penyaluran distribusi air bersih akibat imbas pemadaman arus listrik, sehingga warga sulit mendapatkan air bersih akibat pompa sumur boring PDAM Tirta Tanjung tak dapat dinyalakan.

Menurut warga yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, ” Kalau pun mau memasang tiang listrik baru, itu kan proyek PLN, janganlah kami masyarakat menjadi korban terkait kebutuhan air bersih. Kami menduga PLN kejar tayang untuk memenuhi kebutuhan proyek Nasional di Kuala Tanjung tapi jangan korbankan hak kami di daerah yang hari ini sangat terganggu kenyamanannya terhadap kebutuhan air bersih.” Pungkas warga tersebut.

(Supriadi)