Sektor 20 Citarum Harum Bersama BBWS Citarum Tinjau Tanggul Kritis di Desa Lenggah Jaya dan Ini Kata Kepala BBWSC

Dibaca : 190

BINEWS || Jabar, Kab. Bekasi – Sektor 20 Citarum Harum bersama BBWS Citarum meninjau tanggul kritis rawan jebol di Kp. Tapak Serang RT 005/03 Desa Lenggahjaya, Kecamatan Cabangbungin, Kab. Bekasi Jawa barat, Sabtu (27/02/2021).

Peninjauan di lakukan untuk di lakukannya pengukuran tanggul yang kritis rawan jebol, oleh Perssonel Sektor 20 bersama Tim BBWS Citarum, yang kurang lebih estimasi sepanjang 500 Meter di RT 005/03 Kp. Tapak Serang Desa Lenggahjaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi.

Tak hanya itu, peninjauan pun di lakukan di RT 007/03 Kp. Tapak Serang masih di Desa Lenggah Jaya, yang kurang lebih sepanjang 125 Meter tanggul kritis yang rawan jebol, bahkan di titik tersebut sudah terjadi adanya kebocoran, dan agar segera di lakukan langkah – langkah perbaikan oleh BBWS Citarum untuk mengantisipasi terjadinya hal – hal yang tidak di inginkan.

Dansektor 20 Citarum Harum Kolonel Inf Suyitno, S. I. P., yang di wakili oleh Dan SSK Sektor 20 Citarum Harum Kapten Cba Romlih mengatakan, peninjauan di lakukan untuk di lakukan pengecekan dan pengukuran serta pendataan tanggul – tanggul kritis yang rawan jebol, agar BBWS Citarum segera melakukan langkah – langkah perbaikan, untuk mengantisipasi terjadinya hal – hal yang tidak di inginkan.

“Tanggul – tanggul kritis yang rawan jebol kita tinjau, kita lakukan pengukuran untuk pendataan dan kita minta kepada pihak BBWS Citarum, agar segera melakukan langkah – langkah perbaikan tanggul Citarum, yang rawan jebol di sepanjang aliran sungai Citarum. Untuk menghindari terjadinya hal – hal yang tidak di inginkan, seperti tanggul yang jebol di Desa Sumberurip”, kata Kapten Romlih

 

Sementara itu, Ir. Anang Muchlis Sp. PSDA, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC), ketika di mintain tanggapannya, terkait pekerjaan perbaikan tanggul yang Jebol di Desa Sumber Urip, dan banyaknya tanggul – tanggul kritis yang rawan jebol di sepanjang aliran sungai Citarum mengatakan.

 

“Semenjak kedatangan Pak Jokowi. Untuk menutupi kebocoran agar air tidak mengalir lagi, sudah dapat kita lakukan selama 2 hari ini, namun untuk Finishing dan pekerjaan – pekerjaan lainnya butuh waktu, karena ada beberapa hambatan yang di hadapi, pertama, jalan di sini kecil sehingga pengedropan material pasir untuk pengisian Gio Back menemui hambatan, dan hujan yang turun kemarin membuat air menjadi naik sehingga menghambat ruang gerak alat berat, namun untuk mengantisipasi air sungai Citarum naik sudah aman”, jelas Anang.

 

Terkait tentang banyaknya tanggul – tanggul kritis yang rawan jebol, Anang pun mengatakan, semenjak kedatangan Presiden -RI ke lokasi tanggul yang jebol. Bahwa dirinya selalu mendapatkan Informasi – Informasi tentang kondisi – kondisi tanggul yang kritis di Beberapa tempat,

“Langsung saya instruksikan ke kontraktor yang di tunjuk untuk melaksanakan perbaikan ini, dan untuk di perhatikan dan untuk segera di lakukan perbaikan, paling tidak jangan sampai itu jebol, karena kalau jebol dampaknya ke masyarakat sangat merugikan sekali, dan saya minta untuk di jadikan prioritas untuk segera di tangani” Sambung Anang.

Dan pihaknya pun akan melakukan pendataan dan Inventarisir tanggul – tanggul yang kritis dan rawan jebol di sepanjang sungai Citarum, dan di bagian hilir, yang panjangnya kurang lebih 100 Kilo meter, dan setelah kita Inventarisir dari desain – desain yang ada, nanti kita serahkan desain yang baru, hasil dari pada inventarisir itu, untuk di sesuaikan keadaan lokasi di lapangan, agar untuk di lakukan perbaikan – perbaikan secara permanen, Pungkas Anang.

Masyarakat pun berharap, terutama para Kepala Desa yang masyarakatnya berada di sepanjang tanggul kritis, berharap agar tanggul – tangguk kritis yang rawan jebol segera di lakukan langkah – langkah perbaikan oleh BBWS Citarum, untuk mengantisipasi jebolnya kembali tanggul Citarum, yang dampaknya sangat luas dan sangat merugikan masyarakat, seperti Desa Bantarjaya, Desa Kertajaya, Desa Karanghaur, Desa Sumbersari, Desa Sumbberreja, Desa Sumberurip, Desa Karangsegar Desa Karang harja, yang kurang lebih sekitar 50 titik tanggul kritis yang rawan jebol, dan Desa – Desa yang ada di Kecamatan Cabangbungin serta Kecamatan Muaragembong. (Juheri/Chomenk/Jpch)