Dampak Persoalan Sungai Cikalapa, Pemerhati: Pemda Tidak Berani Menghentikan Sejak Dimulainya Cut And Field Kegiatan Rolling Hills

Dibaca : 214

BINews || Jabar – Karawang,- Semenjak adanya pembangunan perumahan Rolling Hills yang berada di Kawasan Karawang Jabar Industrial Estate (KJIE) Kec. Telukjambe Timur Kab. Karawang Prov. Jawa Barat sudah menuai polemik.

Polemik yang bermula disaat pembangunan tersebut tidak adanya Addendum Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) sehingga mengakibatkan dampak langsung terhadap warga masyarakat Desa Wadas yang berada di sekitar jalur kali Cikalapa. Dan juga seolah – olah pihak pengembang tidak peduli terhadap masyarakat dan Pemda Karawang karena sudah beberapa kali untuk diadakan audiensi pihak KJIE tidak koorperatif dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Jangan merasa  pengembang itu bisa seenak karep terhadap peduli lingkungan. Amdal itu bukan sekedar konsep, tapi harus dapat di aplikasikan,” ucap pemerhati Saleh Efendi, mantan asda I yang biasa dipanggil Abah Pepen. Kepada awak media, Kamis 18/02/2021.

Abah Pepen juga mengingatkan Pemda Karawang dalam kajian Amdal perumahan elite Rolling Hills tersebut.” Pemda jangan gegabah maupun terjebak dalam menguji Amdal , libatkan semua unsur terkait, termasuk Desa dan lembaga pegiat lingkungan untuk menguji ego pengusaha pengembang Rolling Hills tersebut,” sarannya.

“Posisi Kepala Desa Wadas, H. Junaedi bersama unsur lembaga dan masyarakat sudah benar. Kades berjuang untuk masyarakat dan lingkunganya,” ucap Abah Pepen.

“Seharusnya dari sejak awal mulainya kegiatan Cut and Field, Pemda seharusnya sudah dapat menghentikan kegiatan karena Amdal belum ada. Dan bahkan dulu sempat ada rencana penutupan oleh satpol PP, kenapa tidak terjadi eksekusi penyegelan. Ada apa sebenarnya?”

“Pihak Pengembang jangan sampai ada main mata dengan pemangku kekuasaan. Kalau Bupati Karawang pengen aman, tolak Rolling Hills dengan cara apapun. Saya yakin Pemda Karawang tidak akan terjebak Seperti kasus Meikarta di Bekasi, kecuali Bupati nekad ikuti jejak Bupati Bekasi,” katanya.

“Minta data foto banjir setelah Cut and Field pembangunan perumahan elite Rolling Hills setelah perataan Lahan  seluas 30 hektar dan foto sertai keterangan kondisi Desa Wadas sebelum adanya Rolling Hills,”

“Kondisi Saat Banjir Kali Kalapa Desa Wadas setelah ada Cut and Field Rolling Hills tak di pungkiri, masa Pemda tidak Miriiis melihat kondisi yang sekarang dialami oleh masyarakat Desa Wadas!” tutup Abah Pepen. (Riandi & Rekan)