News  

FGD Kebangsaan Dewan Alumni Kapemasi Bandung Menghangat Hingga Persiapkan Kongres Ke II DAKB

Dibaca : 325

BINews || Jabar, Kab.Bekasi – Dewan Alumni Kapemasi Bandung (DAKB) menggelar kegiatan ngaji dan Focus Group Discus (fgd) kebangsaan di Kampung Pakuning Tambelang Kabupaten Bekasi dengan mengangkat tema “menguji peran dewan alumni kapemasi bandung menuju era society 5.O” (13/2/2021).

 

Kordinator lapangan (korlap) ngaji dan FGD kebangsaan Andrea Maulana menyampaikan pada saat pembukaan kegiatan tersebut bahwasanya ini adalah giat kali kedua yang di gagas oleh Kapemasi Center selaku panitia kegiatan ini dengan tujuan merajut kembali asa dan cita rumah pergerakan para alumni kapemasi bandung, oleh karena itu saya ucapkan banyak terimakasih kepada para alumni yang sudah mensuport kegiatan ini baik yang kopdar maupun yang mengikuti via zoom, kata mantan sekjend Kapemasi bandung 2018 yang juga pernah aktif di PMII cabang bandung itu penuh semangat.

Sebagai pengantar diskusi yang sampaikan oleh Sardi Adi Saputra (bung SAS) yang cukup heroik dan tajam mengenai menguji peran alumni kapemasi menuju era society 5.0, hadirnya era revolusi industri 4.0 (the industrial revolution 4.0.) yang menawarkan literasi baru yakni data, technology, and human literation, sebagai sebuah tesis baru era teknologi digital, sejak tahun 2018 muncul “anti tesis” dari Jepang yang lebih menjunjung “manusia” di samping terjadinya revolusi data dan teknologi. Menurut Kantor Kabinet Jepang, Society 5.0 didefinisikan sebagai sebuah masyarakat yang berpusat pada manusia yang menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial melalui sistem yang sangat mengintegrasikan ruang maya dan ruang fisik.

 

Society 5.0 dimunculkan Jepang sebagai implementasi Rencana Dasar Sains dan Teknologi ke-5 sebagai masyarakat masa depan yang harus dicita – citakan oleh Jepang. Mereka ingin menjawab dan melompati isue yang berkembang dari Eropa ke seluruh dunia tentang revolusi industri 4.0 yang dinilainya akan menghilangkan peran masyarakat manusia dengan digantikan oleh teknologi. Selanjutnya, mereka membagi lima tahapan kehidupan yakni diawali dengan masyarakat berburu (Society 1.0), masyarakat pertanian (Society 2.0), masyarakat industri (Society 3.0), masyarakat informasi (Society 4.0), dan masyarakat konvergensi maya-fisik (Society 5.0). Tujuan dari konsep ini sendiri adalah mewujudkan masyarakat dimana manusia-manusia di dalamnya benar-benar menikmati hidup dan merasa nyaman. Society 5.0 sendiri baru diresmikan pada 21 Januari 2019 dan dibuat sebagai solusi atas revolusi industri 4.0 yang ditakutkan akan mendegradasi umat manusia. Society 5.0 adalah masyarakat yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era revolusi industry 4.0 seperti Internet on Things (internet untuk segala sesuatu), Artificial Intelligence (kecerdasan buatan), Big Data (data dalam jumlah besar), dan robot untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

Sebenarnya konsep revolusi 4.0 dan Society 5.0 tidak memiliki perbedaan yang jauh. Hanya saja konsep Society 5.0 lebih memfokuskan konteks terhadap manusia. Jika Revolusi industry 4.0 menggunakan kecerdasan buatan sebagai komponen utama dalam membuat perubahan di masa yang akan datang, maka Society 5.0 menggunakan teknologi modern hanya saja mengandalkan manusia sebagai komponen utamanya. Society 4.0 memungkinkan kita untuk mengakses juga membagikan informasi di internet. Society 5.0 adalah era dimana semua teknologi adalah bagian dari manusia itu sendiri. Internet bukan hanya sekedar untuk berbagi informasi melainkan untuk menjalani kehidupan. Sas juga bilang kedepan dewan akumni kapemasi bandung harus menjadi Silicon Valley nya Bekasi, Jawa Barat bahkan Indonesia, kata aktivis 98 tersebut yang hari ini menjadi salah seorang guru kader di PDI Perjuangan Jawabarat.

 

Ditempat yang sama Kardi Leo ketua NPCI Kab.Bekasi yang juga alumni Kapemasi Bandung angktan ’96 yang di daulat menjadi narsum menyambut hangat tema diskusi ini dengan lebih menitik beratkan pada pentingnya memperkaya literasi di era sekarang ini dan memperkuat kapal dagang dan kapal perang maka menjadi penting hadirnya kelembagaan yang kuat secara manajement melalui alumni kapemasi.

 

Mewakili alumni muda Kapemasi Ikbal Hopipi juga menyampaikan bahwa di era yang serba digital ini kita yang muda harus kompak terus ambil bagian terpenting dalam menyokong kemajuan sesuai dengan tri matra Kapemasi bandung, slogan rebut Bekasi harus mampu diwujudkan melalui wadah dewan alumni kapemasi yang kokoh ucap sang advocate tersebut.

Hadir pula ketua KONI Kab.Bekasi Reza Lutfi Hasan mantan ketua kapemasi bandung priode 2003 yang memberikan prakata penutup diskusi dengan mendorong segera dibentuknya kepanitiaan kongres DAKB ke II karena merupakan bagian yang harus segera diselesaikan guna menjawab tantangan di masa depan yang lebih komplek, pungkasnya.

 

Sokongan dari seluruh peserta ngaji dan FGD kebangsaan untuk segera di gelarnya kongres DAKB juga datang dari alumni Kapemasi bandung angkatan 92 yang diwakili Rudihartono, Rosid Jaya Sampurna yang biasa akrab dipanggil paman jack mewakili angkatan 93, terlihat pula ada Aris Munandar mantan ketua kapemasi komisariat bandung barat ’99, Ahmad Fauzi Aveng Unisba, Imam Kacab Arta Madani dan yang lainya dari semua angkatan menyatakan bersepakat untuk segera digelar kongres DAKB sebelum bulan puasa.

 

Di tempat yang sama Batong Soleman ketua Perbakin Kab.bekasi secara tegas mendukung terselenggaranya kongres DAKB dibuktikanya siap menjadi sekertaris SC.

“Udah saya siap jadi sekertaris SC nya” kata Batong mantan ketua Kapemasi tahun

99 tersebut penuh semangat meski tanpa diminta.

Kegiatan ini diawali santunan anak yatim serta doa bersama yang di pimpin oleh Gus Solah (Solahudin) (Red)