News  

Nek Ngatinem Pingin Sekali Ketemu Kapolres Batu Bara

Dibaca : 150

BINEWS II Sumut, Kab Batu Bara – Tinggal seorang diri dan sehari harinya berjualan pisang saleh dengan penghasilan 10 ribu/hari Nek Ngatiem (68) warga Dusun III, Desa Mangkai lama Kecamatan Lima Puluh pingin ketemu dengan Kapolres Batu Bara

Melihat kehidupan nenek ini sangat terharu, janda beranak lima dia harus bekerja keras untuk mencapai kehidupan sehari harinya. Apalagi disituasi pandemi covid-19 ini penjualan nenek ini sangat menurun,

 

Saat dikunjungi Wartawan,Senin (01/02/2021) Nek Ngatinem mengatakan setelah ditinggal suaminya sekitar 6 bulan yang lalu.

“Sewaktu kakek masih hidup selain berjualan kami mencari lidi sawit, sekarang sudah tidak kuat lagi, jadi cuma buat pisang sale ini aja” kata nenek

 

“Jadi kehidupan nenek hanya mengolah pisang yang sudah tua, kemudian di press (dengan alat manual yang dimilikinya) dan kemudian menjemurnya setelah itu langsung dijual ke agen,” ujarnya.

Tinggal dengan kondisi rumah yang cukup memprihatinkan tidak membuat Nek Ngatinem menjadi patah semangat.

 

“Kalau hujan, airnya banyak masuk juga pak. Walaupun gitu ya saya tetap bersyukur pak, masih ada tempat tinggal. dan yang lebih untungnya lagi ada anak saya yang tinggal dekat dengan saya, jadi ada yang nengok-nengok saya disini,” tuturnya

 

Nek Ngatinem juga berharaf kiranya dirinya bisa ketemu dengan pak Ikhwan yang juga Kapolres Batu Bara

 

Sebelumnya Sempat Viral di media sosial Nek ngatinem warga Mangkai Lama Kec. Lima puluh Kab. Batu Bara ini sempat di kunjungi awak media yang langsung mewawancarai Sang nenek berusia 68 tahun di kediamannya

 

“Saya sudah tua hanya dibantu Poni anak saya untuk menjual produksi pisang saleh ke agen inilah yang menjadi harapan saya bertahan sampai sekarang” Ungkapnya .

 

“Saya mendengar dari teman yang masih hidup dan para tetangga kalau Kapolres Batu Bara Bapak Ikhwan adalah orang baik juga sering menolong , Rajin bersedekah itu pernah saya lihat di Telivisi . Namun saya seakan bagaikan pungguk merindukan bulan, Harapan saya sekarang bisa bertemu dengan orang baik ini saja sudah sangat bahagia, Saya juga mau menyampaikan kalau ada 4 sahabat saya yang sama nasibnya seperti saya, usia yang sudah lanjut bertahan hidup dengan membuat sapu lidi juga alen-alen itupun dengan modal pas Pasan 30 ribu dan kalau untung yang paling banyak bisa mendapat 50.ribu ya namanya sudah tua hanya itu lah yang bisa kami lakukan saat ini.

Soal bantuan yang di berikan oleh pemerintah Kabupaten dari dahulu sampai saat ini saya gak pernah tau dan tidak menerima hanya Beras dan sayur juga 10 butir telur ayam. lain dari yang saya ini tak pernah ada .katanya bantuan Covid” ungkap sang nenek

 

Dalam Infestigasi langsung kerumah nenek Ngatiem di Desa Mangkai lama tim melihat ke adaan sangat miris yang terjadi kepada pemukiman nek Ngatiem. Di mana tidak memiki penerangan lampu dan tidur hanya beralaskan tilam kapuk yang sudah tidak empuk lagi. hanya foto almarhum suaminya yang menjadi penghias rumah tuanya (Supriadi)