M Yusuf Pedagang Bakso Klarifikasi Berita Detiknews “Ramai di FB, Curhat Pedagang Bakso Sebut Cabup Karawang Berutang”

Dibaca : 217

BINews || Jabar – Karawang, –  M Yusuf, seorang pedagang bakso di Adiarsa Barat, Karawang mengaku diutangi oleh salah satu pasangan calon yang bertarung di Pilbup Karawang. Saat itu, paslon tersebut melakukan kampanye dan mentraktir sejumlah warga di warung bakso miliknya. dikutip dari pemberitaan detiknews

https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5270539/ramai-di-fb-curhat-pedagang-bakso-sebut-cabup-karawang-berutang

Dalam unggahan facebook @Yulia Uwie menulis status dan mengunggah video klarifikasi terkait pemberitaan yang sudah di muat oleh newsdetik Kamis, 26 November 2020 11:32 WIB yang berjudul Ramai di FB, Curhat Pedagang Bakso Sebut Cabup Karawang Berutang.

 

“Saya mohon maaf kepada seluruh warga medsos khususnya masyarakat kampung Jl. Pajagalan Adiarsa Barat karena telah membuat gaduhh d medsos…

 

Saya sadar ini tahun politikk.. dan saya salah kalo nagih nya ke kang Jimmy yang pada waktu itu hadir di acara peletakan batu pertama lapang volley.

 

Alhamdulillaahh urusan saya sudah d selesaikan bareng-bareng bersmaa warga dan pak RT Feri..

 

Saya yakin memang Kang Jimmy sedang naik ratingnya ketimbang lawan politiknya…

 

Ini bukan urusan politik, ini hanya mis komunikasi saja…” isi postingannya.

 

M. Yusuf mengklarifikasi tentang pemberitaan detiknews, karena tidak pernah berikan keterangan apapun kepada pihak detiknews yang telah merugikan salah satu paslon yang diunggah lewat video berdurasi 43 detik. “Saya bernama Muhammad Yusuf mengklarifikasi tentang pemberitaan di detiknews yang telah merugikan kang Jimmy sebagai calon Bupati Karawang, karena saya tidak pernah memberikan keterangan apapun kepada pihak detiknews seperti yang diberitakan dan saya persilahkan video ini untuk di posting di media sosial apapun” isi dalam video tersebut.

Ade Hasan dalam postingan facebooknya @Ade Hasan membuat postingan perihal pemberitaan yang dimuat oleh detiknews tersebut.

“Etika Penulis Media

Ada Timses ngiming2 sejumlah uang ke tukang baso agar bicara di media besar selevel media nasional perihal peristiwa jebakan yg sengaja merugikan paslon 3. Tapi penjual bakso itu beberapa kali menolak niat licik timses tersebut.

 

16 jam lalu berita itu muncul menyudutkan Paslon kami. Lalu tadi pagi tukang basonya ditanya perihal statement itu. Ia menjelaskan bahwa dirinya ga merasa membuat statement, dan ga menyetujui hal itu diangkat di media.

 

Ada ya, wartawan media sekelas nasional kelakuan kayak oteng2..

 

Tunggu stop press dari direkturnya ya. Ente memang cocoknya jadi oteng2 aja..” dalam postingannya.

(Riandi & Rekan)