Kunjungan Tim Locus Smart Village Dalam Rangka Focus Group Discussion (FDG) dan Pemetaan Potensi Desa Tahun 2020

Dibaca : 174

BINews – Lampung , Way Kanan — Pjs Bupati Ir. Mulyadi Irsan, M.T , Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung, Sekda, Staf Ahli, Para Asisten, Inspektur, Sekretaris Dewan, Kepala Badan, Dinas, Bagian dilingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan bertempat di ruang rapat utama Pemkab Way Kanan Selasa (10/11/20).

Pjs Bupati Way Kanan dalam sambutanya Menyampaikan “Yang saya hormati, Para Camat dan Kepala Kampung Lokus Smart Village Kabupaten Way Kanan,

Yang saya hormati, Koordinator Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Way Kanan dan hadirin yang berbahagia.

Puji Syukur marilah senantiasa kita penjatkan Kehadirat Allah SWT-Tuhan Yang Maha Esa, sehingga kita dapat menghadiri Kunjungan Tim Locus Smart Village dalam rangka Focus Group Discussion (FGD) dan Pemetaan Potensi Desa Tahun 2020 dalam keadaan sehat wal’afiat.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang akan kita jadikan Uswatun Hasanah, suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pribadi kita berumah tangga, berbangsa, bermasyarakat dan bernegara. Dan semoga safa’atnya kita raih bersama di Yaumil Qiyamah. Amin Yarobalalamin”. Kata Pjs Bupati Way Kanan

 

 

Dilanjutkanya “,Mengawali sambutan ini saya menyambut baik diselenggarakannya Kunjungan Tim Locus Smart Village dalam rangka FGD dan Pemetaan Potensi Desa Tahun 2020, guna untuk mensingkronisasikan Program Pemerintah Provinsi Lampung dengan Program – progam Kabupaten Way Kanan.

Saya mengucapkan selamat datang kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung beserta Tim yang telah berkenan hadir di Kabupaten Way Kanan. Program Smart Village yang merupakan salah satu prioritas Program Desa Berjaya yang merupakan salah satu Agenda Kerja Utama Bapak Gubernur Lampung Tahun 2019 – 2024 “.jelas Pjs Bupati Way Kanan

 

Menurut Mulyadi Irshan.

Selama ini ratusan triliun dana yang telah digelontorkan oleh Pemerintah pusat dan daerah ke desa-desa. Ribuan BUMdes dan Badan Usaha Milik Desa telah dilahirkan dengan tujuan agar ekonomi desa tumbuh dan berkembang, sehingga mampu keluar dari kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan. Namun harapan itu belum bisa terpenuhi, hanya sebagian kecil saja desa yang sukses memanfaatkan dana itu untuk suatu kemajuan. Desa memiliki sumber daya alam, manusia, dan cafital.

Serta “Kementerian Desa, Kementerian Teknis, dan Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/kota setiap tahun secara terus menerus menggelontorkan dana pembangunan desa untuk infrastruktur, pemberdayaan masyarakat sampai dengan peningkatan kafasitas aparat desa.

Hampir semua tau bahwa tidak maksimalnya pemanfaatan dana-dana itu lebih disebabkan oleh lemahnya SDM pengelola maupun perangkatnya. Ditambah lagi dengan kesiapan masyarakat penerima, ikut melengkapi kelemhan itu. Selain itu, disinyalir pemerintah diatasnya, dinilai kurang mempersiapkan disain dan skenario mengawal pemanfaatan dana itu secara terintegrasi dan holistik.tambahnya

 

“Melalui program yang dicanangkan oleh Bapak Gubernur Lampung Program Desa Berjaya sebagai upaya pendampingan bagi desa – desa di Provinsi Lampung menjadi Desa Berjaya (aman, berbudaya, maju, berdaya saing, sejahtera) sebagai upaya memajukan desa-desa. Dengan Program Prioriatas Desa Berjaya yaitu :

Pengentasan Desa Tertinggal (Grow Village), untuk desa – desa dengan kategori tertinggal dan sangat tertinggal.

Smart Village untuk desa – desa dengan kategori mandiri dan maju.

Pengembangan Kawasan Pedesaan dan Kawasan Trasmigrasi yang merupakan prioritas Nasional.” Terang Mulyadi.

Diakhir sambutannya kepada Pemerintah Provinsi Lampung yang sudah memilih dan menetapkan beberapa Kampung yang ada di Kabupaten Way Kanan menjadi salah satu lokus Smart Village yang merupakan salah satu Prioritas Program Desa Berjaya Provinsi Lampung.

Akhirnya saya mengucapkan selamat bertugas di Kabupaten Way Kanan kepada Tim lokus Smart Village Provinsi Lampung Tahun 2020.” Tutupnya.

 

(Erwin Efendy)