Minimnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Dampak Sampah Rumah Tangga

Dibaca : 191

BINews || Jabar – Karawang,- Sampah menjadi salah satu fenomena masalah yang sangat klasik di dalam kehidupan sehari hari, terutama sampah rumah tangga. Terjadi penumpukan sampah rumah tangga maupun sampah plastik dan sampah lainnya yang bukan pada tempatnya. Sehingga memunculkan permasalahan baru untuk masyarakat di lingkungan sekitarnya.

 

Sampah yang berserakan dimana-mana membuat pemandangan tidak enak dan juga berdampak terhadap lingkungan sekitarnya. seperti bau yang menyengat serta mengundang binatang liar. Disisi lain lingkungan tidak indah dan sampah itu bisa menimbulkan penyakit, karena terdapat kuman serta virus dari sampah itu sendiri dan binatang liar.

Apalagi dengan keadaan sekarang sedang memasuki musim hujan, di khawatirkan timbulnya penyakit Demam berdarah. Dampak ini sangat jelas merugikan masyarakat sekitar, khususnya masyarakat yang pemukimannya dekat dengan tumpukan sampah tersebut. Minggu, 08 November 2020.

 

Saat awak media menghubungi, Khoerudin Yahya yang merupakan Penggiat Gerakan Lingkungan Bersih menceritakan “Beberapa contoh tumpukan sampah yang berserakan dan yang bukan pada tempatnya seperti yang terdapat di Dusun Serang Rt.10 Rw.05 Desa Mekarjaya dan Dusun Krajan Rt. 04 Rw. 02 Desa. Tamelang Kec. Purwasari,”

 

“Dan yang paling disayangkan, penyumbang sampah tersebut bukan berasal dari masyarakat sekitar, melainkan dari orang-orang yang hendak pergi berangkat kerja. jadi mereka dari rumahnya membawa sampah, dan dibuang di tempat tersebut.” Bebernya.

Sampah ini menjadi masalah yang serius untuk kehidupan sehari hari. terkadang oleh pemerintah terabaikan dan dirasa tidak terlalu beresiko begitu juga dengan oknum warga yang tidak bertanggungjawab.

 

“Ini adalah tanggung jawab dan kesadaran kita semua untuk menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya. Sosialisasi yang sudah kami lakukan tanpa adanya dukungan yang serius dari pemerintah Daerah atau Dinas Lingkungan Hidup beserta Pemerintahan Desa, dinilai masih jauh dari harapan untuk menindak lanjut persoalan ini.” Ucapnya.

 

Khoerudin berharap, “Minimal pemerintahan menyediakan tempat sampah yang layak untuk warga dan pengangkutan sampah tersebut guna menanggulangi resiko persoalan tentang sampah di lingkungan.” Tutupnya. (Riyandi & Rekan)