Uji Visi Misi dan Program Calon Bupati dan Wakil Bupati Paslon Hebat Tak Hadir 

Dibaca : 171

BINEWS || Aekkanopan Kab. Labura — Debat calon Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Labuhanbatu Utara Periode 2020-2024 yang diadakan oleh Mahasiswa Peduli Labuhanbatu Utara Pada Tanggal 05 November 2020 pada pukul 14:00-17:00 WIB, bertempat di Aula Hotel Grand Labura. Acara debat tersebut dihadiri oleh paslon 01, 02, 03, dan 05 dari lima paslon yang diundang oleh panitia pelaksana.

Turut berhadir Bapak Inf Darno dan Bapak Haris Muda Siregar, MM dari Paslon 01, Bapak Raja Panusunan Rambe, SE, dari paslon 02, Bapak H. Ahmad Rizal Dalimunthe, SE dan Bapak Aripay Tambunan, M.M dari Paslon 03, dan Drs. Bapak Dwi Prantara dan Bapak Drs. Edi Sampurna Rambe, M.Si dari Paslon 05, dengan didampingi dua orang tim yang dibawa masing-masing paslon ke dalam ruangan debat.

 

Sangat disayangkan Paslon no urut 4 dengan jargon Hebat tidak hadir. Padahal panitia pelaksana telah menyampaikan undangan beberapa minggu sebelum kegiatan dilaksanakan kepada semua pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Lsbuhanbatu Utara.

 

Adapun panelis pada debat tersebut ialah Bapak Dr. Mursal Aziz, M.Pd.I. Seorang akademisi dan juga sebagai Dosen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) serta sekaligus menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara.

 

Para tamu undangan dihadiri dari berbagai Organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan se-daerah kabupaten Labuhanbatu Utara. Dan kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan PKPU Nomor 13 Tahun 2020.

 

Kegiatan debat tersebut bertemakan “visi, misi dan program sebagai solusi atau ekspektasi” debat kali ini terbagi menjadi beberapa segmen ,segmen pertama pemaparan visi misi masing-masing paslon, segmen kedua tanggapan dari panelis terhadap paparan visi misi masing-masing paslon, kemudian dilanjut dengan penajaman visi misi melaui pertanyaan moderator yang sudah disiapkan oleh tim penelis, segmen ketiga sesi tanya jawab antar paslon, dan segmen keempat ditutup dengan closing statement oleh masing-masing paslon.

 

Satu hal hal yang menarik pada kegiatan debat kali ini adalah berbeda pada debat sebelum-sebelumnya, kalau yang biasannya diadakan oleh KPU, tetapi dalam momentum ini diadakan oleh mahasiswa yang terdiri dari beberapa Universitas dan kecamatan di kabupaten Labuhanbatu utara, yang tergabung didalam Mahasiswa Peduli Labuhanbatu Utara. Kegiatan debat ini sebagai momentum bagi masyarakat labura untuk menilai dengan cerdas siapa sosok yang benar-benar layak untuk melanjutkan estafet kepemimpinan kabupaten Labuhanbatu Utara periode 2020-2024 melalui Pilkada tanggal 09 Desember nantinya. Saya mengucapkan terimakasih kepada paslon yang telah berkenan untuk menghadiri kegitan debat ini, namun sangat disayangkan dari lima paslon yang sudah diundang hanya 01, 02, 03 dan 05 yang hadir dan 04 tidak bersedia hadir sebagaimana terkonfirmasi dan yang kita saksikan bersama pada kegiatan ini (Suriadi Panjaitan pada Laporan Ketua Panitia).

 

Kemudian Sekretaris Panitia (Khairul Amri Nasution) berharap kesediaan dan kehadiran kelima paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Labuhanbatu Utara pada kegiatan debat visi, misi dan program, tapi sangat disesalkan salah satu paslon yang katanya dekat dengan mahasiswa, milenial dan calon Bupati termuda diantara kelima paslon itu justru tidak bersedia untuk hadir baik Calon Bupati ataupun Wakil Bupatinya untuk memaparkan visi, misi dan program dihadapan mahasiswa dan tamu undangan dari berbagai kalangan masyarakat, pemuda, organisasi kedaerahan dan organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam kelompok cipayung plus dengan alasan yang terlalu klasik untuk kita terima.

 

Selanjutnya Founder Mahasiswa Peduli Labuhanbatu Utara (Dicky Sukma Salam Simatupang) menyampaikan bahwa debat visi, misi dan program pasangan calon bupati dan wakil bupati kabupaten labuhanbatu utara sebagai tonggak awal bagi masyarakat labura untuk memilih dan memilah serta menentukan calon pemimpin yang berintegritas, cerdas, visioner dan tentunya kebijakan-kebijakan nya selalu dari rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat. Tadi kita telah mendengar secara langsung para paslon bupati dan wakil bupati yang berhadir menyampaikan visi misi dan program kerjanya. Ke semua visi misi dan program kerja tersebut memiliki orientasi perbaikan-perbaikan pada semua sektor. Dan itu kita harapkan dijalankan jika mereka terpilih menjadi bupati dan wakil bupati kabupaten labuhanbatu utara.

 

Kemudian kita telah menyaksikan dalam segmen antar paslon saling tanya dan jawab . Dalam moment tersebut kita mendengar sebuah kabar gembira dan bahagia dari para paslon untuk menolak money politik, tidak ada jual beli jabatan dan pemerintahan bersih dari korupsi. Semoga apa yang kita dengar dan saksikan tadi mampu di realisasikan. Dan kami dari Mahasiswa Peduli Labuhanbatu Utara senantiasa mengingatkan bila hal ini tidak direalisasikan.

 

Dengan demikian, kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui serta menguji visi misi dan program para paslon bupati dan wakil bupati labura sehingga menjadi role model atau identitas setiap paslon yang hadir. Dan tentunya menantikan visi misi dan program pasangan calon bupati dan wakil bupati kabupaten labuhanbatu utara periode 2020-2024 sebagai solusi atau ekspektasi belaka,Di tempat terpisah salah seorang warga yang tidak ingin di tulis namanya menyebutkan, pasangan Hebat tidak hadir, dan tidak mengindahkan undangan para mahasiswa, padahal oaslon yang lain nisa hadir. Walau kita tau kegiatan ini bukan dari KPU. Namun ini sebagai ajang untuk menunjukkan kepada masyarakat Labura kandidat mana yang layak untuk dipilih setelah masyarakat mendengar dan mengetahui apa visi dan misi dari para calon itu, celoteh, “warga sambil berlalu.

(UH)